Mahakama.co.id – Kioumars Pourhashemi, seorang jenderal senior dari Garda Revolusi Iran, dilaporkan tewas pada Kamis (28/11) dalam pertempuran yang terjadi di Suriah utara. Pertempuran tersebut melibatkan pasukan pemerintah Suriah yang bertempur melawan kelompok jihadis.
Pourhashemi yang menjabat sebagai penasihat militer di Aleppo, selama ini menjadi sekutu penting bagi Presiden Bashar al-Assad sejak 2011. Iran telah mengirimkan penasihat militer untuk mendukung pasukan pemerintah Suriah dalam menghadapi kelompok pemberontak dan ekstremis.
Serangan oleh Kelompok Teroris Takfiri
Menurut laporan kantor berita Tasnim yang dikutip oleh AFP, Pourhashemi tewas akibat serangan dari kelompok “tentara bayaran teroris takfiri.” Istilah “takfiri” merujuk pada kelompok jihadis radikal Sunni yang sering berkonflik dengan kekuatan Syiah, seperti yang diwakili oleh Iran.
Serangan Besar oleh Hayat Tahrir al-Sham
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) juga melaporkan bahwa kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, melancarkan serangan besar terhadap pasukan Suriah di Aleppo. Pertempuran tersebut mengakibatkan lebih dari 140 korban jiwa dari kedua belah pihak.
Kematian Pourhashemi Dikonfirmasi

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi kematian Pourhashemi, yang juga seorang veteran perang Iran-Irak pada tahun 1980-an. Kepergiannya menambah daftar korban dalam konflik yang tak kunjung usai di Suriah.
Menlu Iran Soroti Intervensi Asing di Suriah
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa ketegangan di Suriah merupakan akibat dari intervensi asing. Menurutnya, gejolak tersebut merupakan bagian dari “strategi AS dan Israel untuk mengguncang stabilitas kawasan.” (net/ra)