Mahakama.co.id – Menhan Israel yang baru dilantik, Israel Katz, menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan gencatan senjata dengan Hizbullah. Pernyataan ini berbeda dengan komentar yang disampaikan oleh Menlu Israel, Gideon Saar, yang mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan menuju gencatan senjata.
Israel Katz, yang baru saja dilantik oleh PM Benjamin Netanyahu pekan lalu sebagai Menhan setelah sebelumnya menjabat sebagai Menlu, menegaskan bahwa serangan terhadap Hizbullah di Lebanon akan terus berlanjut. “Tidak akan ada gencatan senjata. Dan tidak akan ada penghentian serangan terhadap Hizbullah,” ujarnya pada Senin (11/11), seperti dilaporkan oleh AFP.
Katz menambahkan, meskipun menutup peluang gencatan senjata, jika ada proposal yang memungkinkan Israel mengklaim kemenangan, pihaknya akan mempertimbangkan hal tersebut dengan serius.
Perbedaan Pendapat dengan Menlu Saar

Komentar Katz bertentangan dengan pernyataan Menlu Gideon Saar yang mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata di Lebanon. “Kami sedang bekerja dengan Amerika Serikat terkait isu ini,” kata Saar.
Serangan Israel Terhadap Hizbullah: Dampak Bagi Lebanon
Israel telah meningkatkan serangannya terhadap Hizbullah sejak September lalu, dengan serangan udara yang kemudian dilanjutkan dengan operasi darat pada akhir bulan tersebut. Serangan ini telah menyebabkan lebih dari sejuta warga Lebanon kehilangan tempat tinggal, dengan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 3.243 orang tewas dan lebih dari 14.000 lainnya terluka akibat konflik yang masih berlangsung. (net/ra)