By admin
27.11.25

ISMEI Kalimantan Dorong Mahasiswa Perkuat Riset untuk Pembangunan IKN dan Kaltim

Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus ISMEI di Untag Samarinda/Istimewa

MAHAKAMA — Seminar Nasional dan pelantikan pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Kalimantan digelar di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Kamis (27/11/2025).

Mengusung tema “Membangun Resiliensi Nasional: Penguatan SDM, Akselerasi Ekonomi, dan Infrastruktur Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran mahasiswa ekonomi dalam mendukung pembangunan di Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Acara yang digelar ISMEI Kalimantan bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ini merupakan tindak lanjut dari Rakernas ISMEI di Jakarta.

Dua narasumber utama hadir dalam seminar yakni Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, serta Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Bappeda Kaltim.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan wilayah inti masa depan Indonesia.

“Anak-anak muda harus mengambil peran aktif. Kualitas SDM Kalimantan harus menjadi daya tarik utama dalam membangun IKN,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Bappeda Kaltim, Alfino Rinaldi Arief, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak boleh lagi sebatas menunggu peluang kerja, melainkan harus mampu menciptakan solusi dan kontribusi nyata sejak bangku kuliah.

“Anak muda harus menyumbangkan ide dan gagasan dalam perencanaan pembangunan Kaltim. Jangan menunggu—berkaryalah di tempat yang kalian impikan,” ujar Alfino.

Peran ISMEI: Laboratorium Riset Ekonomi untuk Daerah

Sebagai organisasi profesi mahasiswa ekonomi, ISMEI didorong menjadi wadah pembentukan kapasitas analitis bagi mahasiswa Kalimantan.

ISMEI menekankan pentingnya kemampuan membaca data, melakukan kajian ekonomi, dan memahami arah kebijakan publik.

Korwil ISMEI Kalimantan, Achzani, menyebut pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni internal, tetapi menjadi awal penyelarasan organisasi terhadap kebutuhan riil pembangunan.

“Pengurus yang baru harus mampu mengarahkan organisasi pada kerja-kerja kebijakan. Produk kajian ISMEI harus berkualitas dan mampu menjawab tantangan masyarakat,” kata Achzani.

Ia menambahkan, riset yang komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan yang kuat menjadi fondasi utama dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan.

Achzani menilai, melalui kerja sama antara ISMEI, Bappeda, dan Otorita IKN, diharapkan terbentuk sinergi riset yang lebih besar dan bermanfaat bagi daerah.

“Kita berharap kehadiran seminar dan peran mahasiswa menjadi salah satu sumber untuk memberi masukan pada keberlangsungan IKN,” pungkasnya. (*)

Penulis: Desy Alvionita

Editor: Amin

Trending