By admin
09.11.24

Indonesia Diprediksi Semakin Panas pada 2025, BMKG Ingatkan Wilayah yang Rentan

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Getty Images/iStockphoto/krungchingpixs)

Mahakama.co.id – Indonesia diramalkan menghadapi peningkatan suhu udara pada 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, memproyeksikan bahwa suhu rata-rata bulanan akan mengalami kenaikan anomali antara +0,3 hingga +0,6°C dibandingkan dengan kondisi normal dalam periode 1991-2020. Kenaikan terbesar diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juli 2025, sekitar +0,4°C lebih hangat dari biasanya.

Dalam konferensi pers Climate Outlook 2025, Dwikorita menyebut wilayah seperti Sumatra bagian selatan, Jawa, NTB, dan NTT sebagai daerah yang perlu diwaspadai. “Kondisi ini lebih hangat dibanding normalnya, yang diukur dari rata-rata 30 tahun terakhir,” jelasnya.

Krisis Iklim Semakin Nyata

BMKG juga mencatat bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dampak perubahan iklim global. Dwikorita menyoroti kenaikan suhu global yang telah mencapai 1,45°C di atas rata-rata pra-industri, mempercepat pencairan es di kutub dan naiknya permukaan laut. Laju kenaikan suhu di Indonesia sendiri mencapai 0,15°C per dekade.

Sebagai contoh, gletser tropis di Puncak Jaya, Papua, telah menyusut 98% sejak 1850, dari 19,23 km² menjadi hanya 0,23 km² pada 2022. Dwikorita menyebutkan bahwa suhu dunia sudah mendekati batas Perjanjian Paris 2015, yang menargetkan kenaikan tidak melebihi 1,5°C. “Namun, kenyataannya, laju kenaikan lebih cepat dari yang diperkirakan,” ujarnya.

Wilayah dan Risiko Kekeringan

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: bestofthesouthbay.com)

Wilayah di Indonesia tidak hanya menghadapi peningkatan suhu, tetapi juga risiko kekeringan dalam dekade mendatang. BMKG menyarankan agar informasi ini dijadikan acuan untuk perencanaan mitigasi perubahan iklim dan penyusunan kebijakan adaptasi ke depan. (net/ra)

Trending