KABAR gembira datang dari Kota Tepian, seorang guru muda menyalakan lentera harapan bagi anak-anak dan lingkungan. Yurni Handayani berhasil mengubah keresahan jadi aksi nyata.
Yurni Handayani, guru asal Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, mendirikan Pendikresa. Program ini fokus pada pendidikan dan kreativitas anak di kawasan padat penduduk. Ia menekankan ruang belajar inklusif, bimbingan akademik, pengembangan bakat, edukasi lingkungan berbasis daur ulang, dan pendidikan agama.
Hingga kini, Pendikresa menampung 70 anak bimbingan belajar gratis, 250 anak di kelas minat dan bakat, serta 70 anak belajar rutin di TPQ Rumah Cakrawala. Selain itu, 44 warga dewasa mendapatkan pendidikan kesetaraan. Gerakan lingkungan menghasilkan 10 produk daur ulang bernilai ekonomis.
Fuel Terminal Manager Samarinda, Isya, menyoroti peran 35 pemuda lokal sebagai relawan aktif. Ia menegaskan, pencapaian Yurni membuktikan energi kebaikan bisa menggerakkan perubahan sosial.
Dilansir Kaltim Post (18/9/2025), Pendikresa tetap bertahan berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai Dinas Pendidikan, kelurahan, forum pemuda, ibu-ibu pengajian, hingga paguyuban orang tua.
Di tingkat nasional, Yurni meraih Local Hero Ensia Award 2025 kategori Pengurangan Kesenjangan. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Samarinda juga membawa pulang dua penghargaan Silver untuk Inovasi Sosial dan Lingkungan.
Pendikresa menunjukkan bahwa pendidikan inklusif dan aksi lingkungan bisa memberi dampak luas. Kegigihan satu guru muda menyalakan inspirasi bagi daerah lain. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati