By admin
22.09.25

Ekonom: Gen Z Paling Rentan PHK, Waspadai Dampak AI dan Ketidakpastian

SETIAP startup tech atau kampus coding, wajah lulusan baru Gen Z penuh harapan. Namun, gelombang PHK dan AI membuat masa depan mereka lebih tidak pasti.

DIlansir The Times of India, menurut ekonom senior Goldman Sachs, Joseph Briggs, Gen Z di bidang teknologi paling berisiko terkena PHK. Pekerja junior jadi sasaran karena AI mengambil alih tugas-tugas rutin.

Briggs mencatat pengangguran pekerja teknologi usia 20–30 tahun naik sekitar 3 poin persentase sejak awal 2025. PHK massal terjadi di perusahaan besar seperti Microsoft, Meta, dan Google (The Economic Times, The Times of India).

Peluang Awal Karier Tergerus

Perusahaan kini memakai AI generatif untuk menyelesaikan tugas karyawan junior. Lowongan entry-level menurun tajam, termasuk di sektor teknologi AS. Dilansir The Economic Times, jumlahnya turun sekitar 35% sejak 2023.

Gen Z merasakan dampaknya. Banyak yang menilai gelar sarjana kehilangan nilai. Mereka beralih ke pelatihan intensif, sertifikasi, atau berwirausaha.

Situasi ini menunjukkan bagaimana AI mengubah peta kerja. Teknologi tidak hanya menciptakan, tetapi juga memangkas jalur karier tradisional. Gen Z menghadapi dilema: gelar saja tidak cukup. Adaptasi dan belajar terus-menerus jadi kunci bertahan.

Tantangan Memang Nyata

Guncangan ini juga terasa global. Laporan Allianz Life menyebut 64% pekerja Gen Z dunia takut terkena PHK tahun depan. Angka itu naik dari 55% beberapa bulan lalu.

Di AS, proporsi pengangguran dari pencari kerja baru mencapai 13,4% pada Juli 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 37 tahun (Axios).

Gen Z seharusnya tidak hanya menjadi korban revolusi teknologi. Saatnya membentuk talenta yang adaptif: mengasah keterampilan, membangun jejaring, dan melangkah proaktif. Masa depan digital bukan hanya tentang apa yang berubah, tapi bagaimana kita siap menghadapinya. (*)


Penulis: Dwi Lena Irawati

Trending