
SUASANA demo di berbagai kota belakangan ini menegangkan. Jalanan macet, suara sirene bersahutan, dan banyak pengemudi ojek online ikut terdampak.
Gelombang protes dalam beberapa hari terakhir bahkan memakan korban. Banyak pengemudi Grab yang harus mencari jalur aman demi melindungi diri dan penumpang.
Merespons kondisi ini, Grab Indonesia meluncurkan kanal darurat Gercep (Grab Respon Cepat) pada Selasa, 2 September 2025. Layanan ini bisa diakses melalui hotline 021-2350-7032, laman grb.to/gercep, dan LiveChat khusus.
Dilansri dari CNBC Indonesia, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy, mengatakan setiap laporan darurat akan ditangani lebih cepat dan terstruktur. “Mitra tidak sendirian, layanan ini memberi ketenangan di lapangan,” ujarnya di Makassar, Senin (1/9/2025).
Lewat Gercep, Grab menyediakan dukungan medis, psikologis, operasional, hingga logistik. Informasi juga akan disebarkan melalui kanal resmi DAX Channel agar semua mitra mengetahuinya.
Selain itu, Grab rutin memperbarui notifikasi titik rawan dan jalur pengalihan arus lalu lintas. Notifikasi dikirim secara live karena situasi bisa berubah setiap beberapa jam.
Perusahaan juga memberi pemberitahuan langsung ke pelanggan. Jika pengemudi terlambat, sistem akan menampilkan pesan keterlambatan agar pengguna lebih maklum.
Grab memanfaatkan pesan dalam aplikasi untuk menjangkau pelanggan, merchant, hingga mitra GrabFood dan GrabMart. Pesan itu berisi informasi bahwa layanan mungkin terlambat karena kondisi demo.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga layanan tetap berjalan di tengah situasi tidak normal. Grab berharap mitra dan pengguna tetap merasa aman dan terlindungi di jalan. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin