By admin
05.09.25

Demo Anti-Korupsi Turki, Serbia, Indonesia: Ribuan Massa Turun ke Jalan

AKSI PORTES ribuan warga turun ke jalan menuntut transparansi dan keadilan, dari Jakarta hingga Belgrade dan Istanbul. Demonstran menuntut pemerintah bertanggung jawab dan menegakkan hak warga.

Gelombang Protes di Indonesia

Di Indonesia, protes publik meningkat setelah tuntutan 17+8 terhadap DPR viral di media sosial. Massa menuntut pemerintah dan DPR membekukan kenaikan gaji, membuka transparansi anggaran, menghentikan kriminalisasi demonstran, membentuk tim investigasi independen, serta menjamin hak buruh dan profesionalisme aparat.

Selain itu, mereka menekankan reformasi DPR, revisi UU TNI dan Polri, penguatan KPK dan lembaga HAM, serta evaluasi kebijakan ekonomi dan UU Cipta Kerja. Dengan tuntutan itu, demonstran berharap pemerintah mendengar suara rakyat dan menindaklanjuti secara konkret.

Demonstrasi Besar di Serbia

Demo serupa terjadi di Serbia. Pada 15 Maret 2025, lebih dari 107 ribu hingga 325 ribu warga memadati Belgrade. Dilansir CNBC Indonesia (25/3/2025) aksi protes dipicu kecelakaan di stasiun kereta api yang menewaskan 15 orang akibat dugaan korupsi bahan bangunan.

Demonstran menuntut pemerintah membuka dokumen proyek, Presiden Aleksandar Vucic mundur, dan pemilihan umum berlangsung adil. Aksi berlangsung sejak awal Maret, dan pengunduran diri Perdana Menteri Milos Vucevic terjadi pada 28 Januari 2025. Selama protes, mahasiswa dan warga sipil terus menekan pemerintah agar transparansi terwujud.

Ribuan Warga Turki Turun ke Jalan

Di Turki, sejak 19 Maret 2025, ribuan pengunjuk rasa menentang penangkapan wali kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang dituduh korupsi dan terorisme. Dilansri BBC Indonesia (25/3/2025) polisi telah menahan lebih dari 1.400 orang, termasuk mahasiswa, jurnalis, dan pengacara.

Demonstran menuntut kebebasan memilih, perlindungan hak politik, dan penolakan terhadap penyalahgunaan kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi berlangsung di lebih dari dua pertiga provinsi, sementara aparat menembakkan gas air mata, peluru karet, dan menyemprot merica untuk membubarkan massa.

Skala dan Dampak Protes

Data menunjukkan demo di ketiga negara melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam skala besar. Massa menuntut akuntabilitas pemerintah, transparansi, penghentian kriminalisasi warga, dan reformasi lembaga negara.

Jumlah pengunjuk rasa di Serbia dan Turki mencapai ratusan ribu, sedangkan di Indonesia, demonstrasi berlangsung di ribuan titik. Dengan demikian, protes menimbulkan kerusuhan sekaligus membangun solidaritas nasional.

Ketiga negara menunjukkan pola yang sama: publik menentang pemerintah yang dianggap korup atau anti-kritik. Demonstran menuntut transparansi, pertanggungjawaban, dan perlindungan hak sipil. Namun, kekerasan aparat, penangkapan massal, dan tekanan politik tetap menjadi tantangan utama bagi masyarakat yang ingin perubahan nyata(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending