Mahakama.co.id – Anggota DPRD DKI Jakarta, Tri Waluyo, mengusulkan agar pelaku tawuran diberikan sanksi berupa pendidikan militer untuk membangun kedisiplinan dan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.
Usulan ini muncul karena sanksi yang ada belum efektif dalam memberikan efek jera kepada pelaku tawuran. Pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dinilai kurang efektif karena banyak pelaku yang tidak bersekolah atau memiliki pekerjaan.
Tujuan
Pendidikan militer diharapkan dapat memberikan pembinaan disiplin, menciptakan rasa cinta diri dan lingkungan, serta mendalami pendidikan agama dan hidup. Hal ini diharapkan dapat membantu menyelamatkan masa depan generasi muda.
Teknis Pelaksanaan
Tri Waluyo menyerahkan teknis pelaksanaan kepada pihak terkait, seperti Dinas Sosial dan TNI. Ia berharap langkah ini dapat menjadi solusi dalam mengurangi maraknya aksi tawuran di Jakarta.
Peran Orang Tua
Tri Waluyo juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah anak-anak mereka terlibat tawuran dengan mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
Indonesia Emas 2045

Usulan ini diharapkan dapat membantu menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan menyelamatkan masa depan generasi muda. (net/ra)