By admin
13.12.24

Wall Street Bervariasi setelah Laju Inflasi AS Meningkat

Ilustrasi Wall Street. (Foto: Getty Images)

Mahakama.co.id – Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 99,27 poin atau 0,22% menjadi 44.148,56. Sementara itu, S&P 500 naik 49,28 poin atau 0,82% menjadi 6.084,19. Nasdaq Composite melonjak 347,65 poin atau 1,77% menjadi 20.034,89. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian pasar.

Faktor Pengaruh

Kenaikan inflasi AS memicu ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Saham teknologi seperti Tesla (TSLA.O) melonjak hampir 6% ke rekor tertinggi. Nvidia (NVDA.O), Alphabet (GOOGL.O), dan Amazon (AMZN.O) juga mengalami kenaikan signifikan antara 1,2% dan 5,5%. Sementara itu, saham asuransi kesehatan seperti Cigna (CI.N), CVS Kesehatan (CVS.N), dan UnitedHealth Group (UNH.N) turun karena rancangan undang-undang baru. Apple (AAPL.O) turun tipis 0,5%.

Data Ekonomi
Ilustrasi Wall Street. (Foto: Shutterstock)

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada November naik 2,7% secara tahunan (yoy), dari sebelumnya 2,6% pada Oktober. Secara bulanan, IHK AS tumbuh 0,3%. Data ini sejalan dengan ekspektasi pasar. Peluang penurunan suku bunga The Fed minggu depan mencapai 96%, naik dari 86% sebelumnya. Imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun naik 5,2 basis poin menjadi 4,271%. (net/ra)

Trending