Mahakama.co.id – Sekitar 30 ekor anjing bernyanyi tercatat telah terlihat berkeliaran di kawasan Grasberg. Laporan penuh dari Kumparan, keberadaan kawanan predator puncak ini menjadi indikasi positif bagi kualitas vegetasi lahan yang mulai pulih. Sena Indra Wiraguna, Manajer Grasberg Surface Mine Engineering, mengungkapkan bahwa anjing-anjing tersebut sudah terbiasa dengan lingkungan dan pekerja, serta tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap manusia.
Reklamasi dan Revegetasi Lahan
Sejak 2020, Freeport Indonesia telah mereklamasi lebih dari 570 hektare lahan tambang, atau sekitar 60 persen dari total lahan yang ditargetkan. Proses revegetasi ini berfokus pada penanaman flora lokal dan tanaman bioma alpine yang mulai menghijau, menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi berbagai spesies, termasuk anjing bernyanyi.
Penelitian dan Konservasi Hewan Endemik

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cenderawasih dan didukung oleh Freeport Indonesia mengungkapkan bahwa anjing bernyanyi memiliki kemiripan dengan anjing liar di Papua dan dingo Australia. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anjing bernyanyi hidup dalam kelompok kecil dan berkomunikasi dengan lolongan, berbeda dengan anjing pada umumnya yang menggonggong. (net/ra)
Sumber: Kumparan