Mahakama.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Menlu Retno Marsudi hadir dalam perayaan Hari Nasional Uni Emirat Arab (UEA) ke-53, yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta pada Selasa malam (3/12).
Dalam pidatonya, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, menyampaikan apresiasi mendalam atas hubungan erat antara UEA dan Indonesia. Ia menegaskan komitmen UEA untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, politik, dan kemanusiaan. “Hubungan ini bukan hanya politik, tetapi juga persaudaraan yang mendalam,” ujar AlDhaheri.
Gibran Pujian pada Nilai Kemanusiaan UEA
Gibran juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo yang berhalangan hadir. Ia mengapresiasi dukungan UEA dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia, termasuk pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo. Gibran mengungkapkan kekagumannya pada nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang percaya bahwa kekayaan sejati terletak pada manusianya, bukan pada materi.
Kolaborasi Indonesia-UEA dalam Mempromosikan Perdamaian
Gibran juga menekankan kesamaan visi Indonesia dan UEA dalam memajukan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas global, mengingat tantangan dunia yang semakin terpecah belah.
Budaya Emirat dan Penampilan Tradisional
Acara perayaan dimeriahkan dengan penampilan budaya Emirat seperti tarian tradisional Al-Razfa, Al-Ayyala, dan Al-Azi oleh Shabab Alain Band. Selain itu, tamu undangan juga menikmati video dokumenter tentang sejarah UEA dan presentasi dari perusahaan-perusahaan besar UEA.
Pemotongan Kue sebagai Puncak Acara

Puncak acara ditandai dengan pemotongan kue oleh tamu VVIP, yang kemudian diikuti dengan jamuan makan malam. Hari Nasional UEA, yang jatuh pada 2 Desember, menjadi momentum refleksi bagi negara tersebut yang telah berdiri sejak 1971.
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Pererat Hubungan
Dubes Abdulla menyoroti kesuksesan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang mempererat hubungan kedua negara dan meningkatkan perdagangan bilateral hingga 12 persen dalam beberapa tahun terakhir. (net/ra)