By admin
02.12.24

Donald Trump Ancam Negara-negara BRICS dengan Tarif 100% jika Ciptakan Mata Uang Baru

Presiden Terpilih AS, Donald Trump. (Foto: BBC/Getty Images)

Mahakama.co.id – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap negara-negara anggota BRICS. Melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu (30/11), Trump menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif hingga 100% pada negara-negara BRICS jika mereka berusaha menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang alternatif yang dapat menggantikan dolar AS.

Trump menegaskan bahwa AS menuntut komitmen dari negara-negara BRICS untuk tidak menciptakan mata uang pengganti dolar. “Jika mereka melanggar, tarif 100% akan diberlakukan, dan mereka akan kehilangan akses ke ekonomi AS,” tulis Trump di Truth Social, seperti yang dilansir oleh AP.

Blok BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab kini tengah mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional untuk mengurangi ketergantungan pada dolar. Negara-negara seperti Turki, Azerbaijan, dan Malaysia juga telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS, sementara Indonesia menunjukkan ketertarikan yang sama.

Indonesia Tunjukkan Ketertarikan pada BRICS, Meski Dolar Masih Dominan

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengungkapkan ketertarikannya pada KTT BRICS yang digelar Oktober lalu. Meski demikian, meski upaya de-dolarisasi semakin berkembang, posisi dolar AS masih sangat dominan di dunia. Menurut data IMF, dolar AS menguasai sekitar 58% cadangan devisa global.

Pentingnya Alternatif Sistem Pembayaran, Ancaman Trump Terus Menggema

Presiden Terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Brian Snyder/Reuters)

Sementara itu, upaya menciptakan sistem pembayaran alternatif untuk mengurangi dominasi dolar berpotensi mengancam kekuasaan dolar AS. Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya juga mengkritik AS yang dianggap “memersenjatai” dolar untuk kepentingan geopolitiknya. Putin mendesak negara-negara BRICS untuk membangun sistem pembayaran alternatif guna menghindari sanksi Barat.

Ancaman Trump ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Trump juga menggunakan ancaman tarif untuk menekan negara-negara seperti Meksiko, Kanada, dan China dalam berbagai perundingan perdagangan. Namun, menurut riset dari Atlantic Council, meski upaya de-dolarisasi terus berkembang, dolar AS kemungkinan besar akan tetap dominan sebagai mata uang cadangan global dalam waktu dekat. (net/ra)

Trending