Mahakama.co.id – Pada Minggu (10/11), Lebanon dilanda serangan udara dari Israel yang menewaskan sedikitnya 38 orang, termasuk 23 korban di Beirut. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang telah berlangsung sejak September, dengan serangan semakin intensif di wilayah selatan Lebanon dan pinggiran selatan Beirut.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel di Almat, sebuah desa di distrik Jbeil, menewaskan 23 orang, termasuk tujuh anak-anak. Almat yang terletak sekitar 30 kilometer dari Beirut, adalah desa mayoritas Muslim Syiah. Serangan itu menghantam sebuah rumah setelah seorang anggota Hizbullah tiba di lokasi.
Keadaan di Lokasi Serangan

Di lokasi serangan, tim penyelamat terlihat bekerja keras tanpa alat berat, mengangkat mayat-mayat yang terbungkus selimut dari reruntuhan rumah yang hancur. Ekskavator juga digunakan untuk memindahkan puing-puing bangunan yang telah hancur total.
Bantahan Hizbullah atas Klaim Israel
Raed Berro, anggota parlemen Hizbullah yang mewakili distrik Jbeil, membantah klaim Israel yang menyatakan serangan tersebut menargetkan anggota Hizbullah atau persenjataan mereka. “Tokoh penting militer dan keamanan biasanya berada di garis depan, bukan di belakang,” ujar Berro. “Di bawah reruntuhan, hanya ada anak-anak, pria, dan wanita tua,” tambahnya. (net/ra)