By admin
09.11.24

Bayi Berumur Dua Tahun, Terjebak 14 Jam di Reruntuhan Akibat Serangan Israel

Ilustrasi. Reruntuhan sisa dari serangan Israel di Beirut, Lebanon, 7 November 2024. (Foto: Reuters)

Mahakama.co. id – Sebuah tragedi memilukan terjadi akibat serangan rudal Israel yang menghancurkan Lebanon, yang mengakibatkan banyak anak menjadi korban. Salah satu yang selamat dari serangan tersebut adalah Ali Khalifeh, seorang balita berusia dua tahun, yang ditemukan masih hidup setelah terjebak di bawah reruntuhan selama 14 jam.

Penyelamatan Dramatis Ali Khalifeh

Ali ditemukan di antara puing-puing bangunan yang rata akibat serangan di Sarafand, Lebanon, sekitar 15 kilometer dari Sidon. Tim penyelamat awalnya hampir menyerah setelah berusaha mencari korban yang masih hidup. Namun, Ali yang nyaris tak bernapas muncul dari bawah reruntuhan dalam keadaan kritis. Sayangnya, seluruh keluarga Ali meninggal dunia dalam serangan tersebut. Ali kini harus menjalani amputasi dan bergantung pada alat bantu pernapasan di rumah sakit.

Ilustrasi. Seorang Perempuan Palestina kehilangan kakinya setelah serangan Israel Kamp Pengungsian Jabalia, Gaza, 7 November 2024. (AFP)

Serangan Israel dan Korban Tewas

Serangan udara Israel yang semakin intensif sejak akhir September telah menyebabkan lebih dari 2.600 orang tewas di seluruh Lebanon. Serangan di Sarafand pada 29 September lalu menghancurkan kompleks apartemen, menewaskan 15 orang, termasuk banyak kerabat Ali. Sumber lokal menyebutkan bahwa Ali adalah satu-satunya anggota keluarga yang selamat.

Trauma dan Perjuangan Keluarga Lainnya

Tidak hanya Ali yang menjadi korban dalam serangan ini. Keponakan Ali, Zainab (32), juga terjebak di bawah reruntuhan selama dua jam. Setelah diselamatkan, Zainab diberitahu bahwa orang tua, suami, dan tiga anaknya yang masih kecil, semuanya tewas dalam serangan tersebut. Zainab kini menderita cedera fisik dan psikologis yang mendalam akibat peristiwa tersebut. (net/ra)

Trending