Mahakama.co.id – La Nina, fenomena iklim yang memicu peningkatan curah hujan, resmi aktif di Indonesia meski dalam status lemah. Berdasarkan pemantauan BMKG, fenomena ini diprediksi berlangsung hingga Maret 2025, memberikan dampak signifikan pada cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyebut suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menunjukkan kecenderungan pendinginan, dengan indeks ENSO berada di -0,59. “La Nina akan menambah curah hujan hingga 20% di sebagian besar wilayah Indonesia. Ini harus diantisipasi mengingat banyak wilayah sudah memasuki musim penghujan,” jelasnya pada 6 November 2024.
Ancaman Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengingatkan pemerintah daerah untuk memaksimalkan infrastruktur pengelolaan air, seperti sistem drainase dan kolam retensi, guna mencegah banjir. Selain itu, operasional waduk dan penyimpanan air lainnya juga perlu diperiksa untuk menghadapi curah hujan tinggi. Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa bencana seperti banjir dan longsor telah terjadi di Bogor dan Sukabumi, meskipun musim penghujan baru dimulai.
Menurut analisis mingguan BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir atau angin kencang berpotensi terjadi pada 7–12 November 2024. Beberapa wilayah yang terdampak meliputi Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat hingga tengah.
Siklon Tropis dan Dampaknya

BMKG juga memantau Siklon Tropis Yinxing di Laut Filipina, yang meski bergerak menjauhi Indonesia, tetap memengaruhi cuaca dan perairan. Dampaknya berupa hujan lebat di Kalimantan dan peningkatan gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, seperti Laut Maluku dan Samudra Pasifik Utara Halmahera.
Direktur Meteorologi Publik, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial memicu tingginya uap air basah, mendukung pembentukan awan hujan. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
BMKG terus menghimbau operator transportasi laut dan udara untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk, serta meminta nelayan tidak melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Informasi resmi terkait cuaca dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG. (net/ra)