By admin
08.11.24

Mendiktisaintek: Alumni LPDP Tidak Wajib Pulang untuk Mengabdi

Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. (Foto: ADRYAN YOGA PARAMADWYA/KOMPAS)

Mahakama.co.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan bahwa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari universitas luar negeri tidak diwajibkan kembali ke Indonesia untuk bekerja. Menurutnya, para alumni tetap bebas berkarya di mana pun selama memberikan kontribusi nyata.

“Kami memberikan keleluasaan bagi mereka untuk memilih tempat berkarya. Jika mereka berprestasi, bekerja di perusahaan besar di luar negeri, atau menciptakan inovasi, itu tetap membawa manfaat,” ungkap Satryo dalam keterangannya pada Selasa, 5 November 2024.

Tantangan Tempat Berkarya di Indonesia

Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/sgd/agr)

Satryo menjelaskan bahwa salah satu alasan alumni LPDP tidak diwajibkan pulang adalah keterbatasan infrastruktur atau institusi di Indonesia yang mampu mengakomodasi keahlian mereka. Hal ini, menurutnya, dapat menghambat potensi besar yang dimiliki para lulusan.

“Kita belum memiliki cukup tempat yang sesuai untuk mereka mengembangkan karir. Jika mereka dipaksa pulang, malah bisa menghambat potensi yang mereka miliki,” tambahnya.

Pendidikan Adalah Investasi Jangka Panjang

Satryo juga meminta masyarakat untuk tidak menilai bahwa keberadaan penerima beasiswa LPDP di luar negeri menjadi kerugian bagi negara. Menurutnya, pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Pendidikan tidak pernah merugikan. Mereka yang tetap bekerja atau berinovasi di luar negeri tetap memberikan dampak positif bagi Indonesia. Kita harus melihat ini sebagai peluang, bukan kerugian,” tuturnya.

Mendorong Inovasi Global

Kebijakan ini mencerminkan strategi pemerintah untuk menciptakan ekosistem talenta global yang dapat berkontribusi pada pembangunan nasional, baik melalui kolaborasi internasional maupun dampak yang tidak langsung dirasakan oleh Tanah Air. (net/ra)

Trending