Mahakama.co.id – Kawanan delapan ekor ajag (Cuon alpinus sumatrensis), atau anjing hutan Sumatera, tertangkap kamera di belantara Taman Nasional Gunung Leuser, yang terletak di Aceh dan Sumatera Utara. Rekaman ini dipamerkan oleh akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, menampilkan ajag berjalan beriringan, sekilas menyerupai serigala dengan warna menyerupai rubah.
Keunikan dan Peran Ekologis
Ajag, yang tersebar luas di Asia, termasuk Indonesia, memiliki ciri khas berupa tubuh sedang dengan bulu cokelat kemerahan, bagian bawah tubuh putih, serta ekor panjang berbulu lebat kehitaman. Ajag sering hidup dalam kelompok lima hingga 12 individu dan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terutama dengan mengendalikan populasi hewan mangsa seperti kancil, kijang, dan babi hutan.
Status dan Ancaman

Ajag berada dalam daftar hewan terancam punah menurut IUCN, dengan populasi global kurang dari 2.200 ekor dewasa yang terus menurun. Penyebabnya meliputi perburuan, kerusakan habitat, dan anggapan negatif masyarakat terhadap ajag sebagai satwa yang merugikan.
Di Indonesia, ajag dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 Tahun 2018. Namun, data mengenai populasi spesifik di Sumatera dan Jawa masih minim.
Pentingnya Konservasi
Penampakan kawanan ajag di Gunung Leuser menjadi pengingat akan pentingnya konservasi satwa ini. Selain di Gunung Leuser, ajag juga ditemukan di beberapa taman nasional lainnya di Indonesia, seperti Alas Purwo, Baluran, dan Kerinci Seblat. Upaya perlindungan habitat dan penyadaran masyarakat menjadi kunci untuk memastikan kelangsungan hidup ajag di masa depan. (net/ra)