Mahakama.co.id – Amerika Serikat telah mengirimkan pesawat pembom strategis B-52 Stratofortress ke Timur Tengah, sebagai langkah pencegahan menyusul peringatan keras terhadap Iran terkait peningkatan aktivitas militer AS di kawasan tersebut. Pesawat ini berasal dari Wing Bom ke-5 di Pangkalan Angkatan Udara Minot dan memiliki kapasitas angkut besar, yakni hingga 32 ribu kilogram senjata.
Langkah AS untuk Mengamankan Kepentingan di Kawasan
Pada Jumat (1/11), AS mengumumkan pengiriman tambahan militer ke Timur Tengah, mencakup pesawat pembom, pesawat tempur, tanker, serta kapal perusak untuk memperkuat sistem pertahanan rudal. Mayor Jenderal Pat Ryder dari Pentagon menegaskan, AS siap mengambil langkah tegas jika Iran atau kelompok sekutunya mengancam kepentingan dan personel AS di wilayah tersebut.
Iran Tegaskan Akan Meningkatkan Kapasitas Pertahanan

Menanggapi langkah AS, Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan memperkuat kemampuan rudal untuk mempertahankan diri dari ancaman. Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, menyatakan bahwa Iran berkomitmen meningkatkan kemampuan pertahanan jika diperlukan, meski keputusan akhir tetap berada pada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ketegangan Semakin Meningkat di Tengah Konflik Regional
Ketegangan semakin memanas sejak serangan Israel terhadap infrastruktur militer Iran pada akhir Oktober, yang kemudian direspons oleh Iran melalui serangan balasan pada April dan Oktober 2024. Hal ini semakin memperburuk hubungan AS-Iran, menambah ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. (net/ra)