Mahakama.co.id – Ratusan warga Israel berkumpul di Tel Aviv pada Sabtu (2/11), menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk membebaskan para sandera di Gaza. Para demonstran memegang papan dengan slogan “Gencatan senjata sekarang” dan “Hentikan perang,” serta meneriakkan yel-yel seperti “Mengapa mereka masih berada di Gaza?”
Kritik terhadap Langkah Pemerintah
Zahiro Shahar Mor, salah satu pengunjuk rasa yang bekerja di sektor perbankan, menyatakan bahwa banyak peluang untuk mengakhiri konflik namun hilang akibat kebijakan pemerintah. “Siklus kekerasan terus meningkat, dan kami tidak melihat adanya solusi,” ungkapnya.
Desakan untuk Netanyahu
Beberapa demonstran menyoroti peran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dianggap sebagai penghambat dalam negosiasi. Ifat Kalderon, yang masih memiliki sepupu sebagai sandera di Gaza, menilai Netanyahu kerap menghalangi kesepakatan. “Dia selalu menemukan alasan baru untuk menunda kesepakatan,” ujar Kalderon.

Harapan akan Dukungan Internasional
Beberapa peserta aksi berharap adanya dukungan internasional, termasuk dari Amerika Serikat. “Saya berharap presiden AS berikutnya akan membawa perdamaian di Timur Tengah,” ujar salah satu pengunjuk rasa, Mor. (net/ra)