By admin
16.04.26

Bukan Sekadar Hobi: Kantongi Rp4 Miliar, f0rsakeN Jadi Atlet Valorant Terkaya Indonesia

Jason 'f0rsakeN' Susanto memimpin daftar atlet Valorant Indonesia dengan pendapatan tertinggi mencapai Rp4 miliar. Data ini membuktikan bahwa karier profesional di dunia esports kini menghasilkan pundi-pundi finansial yang sangat besar./flickr.com-valorantesports

MAHAKAMA – Jemari menari di atas keyboard, menatap layar permainan yang dulu dianggap buang waktu. Kini, aktivitas itu menjelma menjadi profesi menjanjikan. Para gamer yang sempat diremehkan mulai berdiri di podium prestasi, mengumpulkan pundi-pundi dari dunia virtual.

Perubahan ini tidak lepas dari perkembangan game menjadi industri global. Hobi yang dulu dipandang sebelah mata kini membuka jalan kompetisi profesional dengan imbalan finansial besar.

Salah satu panggungnya hadir lewat Valorant, gim tembak-menembak berbasis tim dari Riot Games. Turnamen seperti Valorant Champions menjadi ajang bergengsi bagi pemain untuk mengukir prestasi sekaligus meraih penghasilan signifikan.

Di tengah ekosistem yang terus tumbuh, pemain Indonesia mulai menunjukkan kualitasnya. Pengakuan dari tim internasional pun meningkat, menegaskan bahwa karier sebagai atlet esports kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan peluang nyata bagi generasi muda.

Daftar Atlet Valorant Indonesia dengan Pendapatan Terbesar

Mengacu data Escharts 2025, sejumlah pemain profesional Indonesia mencatat pendapatan tertinggi dari kompetisi esports. Jason Susanto atau f0rsakeN memimpin dengan total penghasilan sekitar $ 254 ribu (sekitar Rp 4 miliar) bersama tim Paper Rex.

Di posisi kedua, Aaron Leonhart (Mindfreak) mengumpulkan sekitar $ 239 ribu (Rp 3,8 miliar). Sementara itu, Nico Alvanius (OnigiRi) berada di peringkat ketiga dengan $76.000 (Rp1,2 miliar) bersama Morph Team.

Cahya Nugraha (Monyet) menempati posisi keempat dengan pendapatan sekitar $ 31 ribu(Rp 500 juta) saat membela RRQ.

Menariknya, daftar ini juga diisi pemain perempuan, Odella Abraham (Enerii), di posisi kelima. Ia meraih sekitar $ 30 ribu(Rp 480 juta) dan kini memperkuat Falcons Vega di kompetisi internasional.

Pengakuan Internasional dan Peluang Karier Masa Depan

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa talenta Indonesia punya peran penting di industri esports global. Sejumlah pemain bahkan menembus tim luar negeri, menandakan kualitas mereka mampu bersaing dengan negara maju seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Indonesia memang belum unggul, tetapi mulai mengejar. Pemerintah pun mulai memberi perhatian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dari sektor ini.

Di sisi lain, pandangan masyarakat ikut berubah. Dunia game kini dilihat sebagai peluang penghasilan yang setara dengan profesi lain. Kariernya juga tidak hanya sebagai pemain, tetapi mencakup pelatih, manajer, hingga analis.

Karena itu, dukungan lingkungan menjadi kunci agar talenta muda bisa berkembang dan membawa dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun nama bangsa. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending