By admin
08.10.25

SMAN 10 Samarinda Jadi Pilot Project Sekolah Garuda, Siap Mendunia

PENDIDIKAN adalah mercusuar yang menerangi masa depan bangsa. Kini, Indonesia memulai babak baru untuk mencetak pemimpin unggul global.

Sekolah Garuda: Program Unggulan Cetak Pemimpin

Sekolah Garuda merupakan program inisiasi dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini menjadi salah satu Proyek Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Sekolah Garuda hadir sebagai pelengkap dari Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan pemerataan akses dan inkubator pemimpin bangsa. Selain itu, ia fokus pada prestasi akademik dan pengabdian masyarakat.

Sekolah Garuda terbagi menjadi dua kategori. Pertama, Sekolah Garuda Baru dibangun dari awal. Kedua, Sekolah Garuda Transformasi memanfaatkan sekolah unggulan yang sudah ada. Pemerintah memberikan pembinaan intensif pada kategori kedua. Tujuannya adalah agar siswa dapat diterima di universitas top dunia.

12 Sekolah Unggulan Siap Bertransformasi

Dilansir Kompas (6/10/2025), Program pengenalan Sekolah Garuda berlangsung serentak di 16 lokasi pada Rabu (8/10/2025). Acara ini bertajuk “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul”. Kegiatan ini menjadi langkah bersama menciptakan ekosistem pendidikan inklusif dan berdaya saing global.

Pada tahap awal, sebanyak 12 sekolah dibina pada 2025. Salah satu sekolah yang menjadi fokus transformasi adalah SMAN 10 Samarinda. Sekolah ini dipilih karena prestasinya yang menonjol. Fokus dari program ini adalah memberikan dampak pengimbasan.

Pengimbasan: SMAN 10 Menularkan Keunggulan

Konsep pengimbasan ini berarti SMAN 10 Samarinda akan berperan sebagai pusat transfer ilmu dan best practice. Sekolah ini akan membagikan kurikulum, metode pengajaran, dan strategi lolos universitas kelas dunia. Dampak ini menyasar sekitar 680 SMA/MA di kabupaten dan kota sekitar.

Secara praktis, SMAN 10 akan menularkan keunggulan. Mereka melakukannya melalui pelatihan guru, workshop bagi kepala sekolah, dan program pendampingan. Harapannya, sekolah-sekolah di sekitar Kaltim dapat mengadopsi standar mutu yang sama. Dengan demikian, program ini memastikan bahwa investasi di satu sekolah unggulan memberi manfaat bagi seluruh ekosistem pendidikan daerah.

Sekolah unggulan lainnya meliputi SMAN 10 Fajar Harapan (Banda Aceh) dan SMAS Unggul Del (Toba). Kemudian, ada MAN IC OKI (Ogan Komering Ilir) dan SMANU MH Thamrin (Jakarta). Sekolah lain termasuk SMA Cahaya Rancamaya (Bogor), SMA Pradita Dirgantara (Boyolali), dan SMA Taruna Nusantara (Magelang). Selanjutnya, SMA Banua Kalsel (Banjar) dan SMAN Siwalima (Ambon) ikut serta. Terakhir, SMA Averos (Sorong) melengkapi daftar sekolah transformasi.

Target Ambisius Pembinaan SDM Unggul

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Saintek) Ahmad Najib Burhani menjelaskan peta jalan program. Sekolah Garuda Transformasi menargetkan terbentuknya 80 sekolah hingga tahun 2029. Dirjen Najib menyatakan upaya ini bertujuan memberikan dampak nyata dan positif. Tujuannya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Program ini menegaskan komitmen pemerintah untuk meratakan akses pendidikan unggul. Model transformasi ini mempercepat proses peningkatan kualitas sekolah. Negara tidak perlu menunggu pembangunan fisik. Sebaliknya, pembinaan intensif diberikan pada sekolah yang sudah terbukti kualitasnya. Hal ini memastikan investasi pendidikan tepat sasaran.

Sekolah Garuda adalah manifestasi dari cita-cita luhur bangsa. Melalui pemerataan akses dan inkubasi talenta, Indonesia menciptakan generasi pemimpin masa depan. Mereka akan membawa Indonesia berkompetisi di panggung dunia.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending