LIFT berdesakan bukan lagi pilihan terbaik. Tantangan gravitasi ternyata menawarkan solusi kebugaran yang cepat. Pilihan sederhana ini menentukan kesehatan jantung Anda.
Berjalan kaki dan naik tangga telah menjadi olahraga favorit anak muda saat ini. Kedua aktivitas ini mudah dilakukan dan terjangkau. Meskipun keduanya menyehatkan, muncul pertanyaan besar: mana yang lebih efektif membakar kalori?
Sebuah studi terbaru menemukan jawabannya. Rutinitas naik tangga setiap hari ternyata memberikan manfaat kesehatan jantung setara, bahkan lebih efisien, daripada target berjalan kaki 10.000 langkah.
Naik 50 Anak Tangga Turunkan Risiko 20 Persen
Penelitian ini menganalisis data lebih dari 450.000 orang dewasa di Inggris. Dilansir CNBC, studi ini kemudian diterbitkan dalam jurnal medis Atherosclerosis. Hasilnya kuat: naik lima lantai tangga per hari (sekitar 50 anak tangga) mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 20 persen.
Dibandingkan berjalan kaki, naik tangga adalah latihan intensitas lebih tinggi. Tubuh harus mengangkat beban melawan gravitasi. Naik tangga membakar lebih banyak kalori. Selain itu, aktivitas ini memperkuat otot paha depan, betis, hingga otot inti. Naik tangga juga meningkatkan daya tahan kardiovaskular.
Dr. Lu Qi, penulis koresponden studi, mengatakan aktivitas ini sangat efisien. “Naik tangga dalam waktu singkat adalah cara efisien meningkatkan kebugaran jantung,” kata Dr. Lu Qi. Kebiasaan ini juga memperbaiki profil lipid dan mencegah penyakit jantung aterosklerotik. Penyakit jantung aterosklerotik adalah penyakit jantung koroner pada populasi umum.
Jangan Berhenti Naik Tangga
Aktivitas sederhana ini menjadi alternatif efektif bagi pekerja. Ini juga cocok untuk individu yang sulit meluangkan waktu berolahraga. Peneliti menemukan semakin sering seseorang naik tangga, semakin rendah risiko penyakit jantungnya.
Bahkan, kebiasaan ini menekan peningkatan risiko kardiovaskular pada individu genetik. Sebaliknya, partisipan yang berhenti naik tangga menunjukkan peningkatan risiko. Risiko penyakit kardiovaskular mereka naik 32 persen dibandingkan mereka yang tidak pernah melakukannya sama sekali.
Meski demikian, para ahli menekankan naik tangga berbeda dengan target 10.000 langkah. Perhitungan langkah dan aktivitas menaiki tangga tidak sama. Namun, mengombinasikan keduanya membantu menjaga tubuh tetap aktif sepanjang hari.
Selain keduanya, olahraga aerobik lain seperti berlari dan bersepeda juga direkomendasikan. Aktivitas ini meningkatkan fungsi kardiovaskular dan membantu mengontrol tekanan darah. Aktivitas ini juga membantu mengontrol kadar kolesterol dan menjaga kebugaran tubuh.
Baik berjalan kaki maupun naik tangga terbukti bermanfaat. Keduanya dapat meningkatkan hormon endorfin. Hormon ini membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin