By admin
27.09.25

Intermittent Fasting Jadi Tren, Begini Tips Aman untuk Pemula

SETIAP ORANG mendambakan hidup sehat dengan tubuh bugar. Mereka menempuh berbagai cara, mulai dari olahraga hingga mengatur pola makan. Kini, banyak orang menaruh perhatian pada intermittent fasting atau diet IF.

Metode ini tidak mengatur jenis makanan, tetapi mengatur waktu makan. Dengan memberi jeda pada pencernaan, tubuh membakar energi lebih efisien dan menjaga berat badan tetap stabil.

Menurut Kumparan, pola 16/8 menjadi metode paling populer. Seseorang berpuasa selama 16 jam, lalu makan dalam jendela waktu 8 jam. Contohnya, makan mulai pukul 12.00 siang hingga 20.00 malam. Banyak pemula memilih pola ini sebelum mencoba durasi puasa yang lebih panjang.

Tips Agar Diet IF Lebih Mudah

Pemula sebaiknya memilih pola 16/8 karena paling aman dan mudah. Selama puasa, tetap penuhi kebutuhan cairan. Minumlah air putih, teh tawar, atau kopi tanpa gula agar energi tetap terjaga dan tubuh tidak cepat lemas.

Foto: Salah satu contoh jadwal intermittent fasting (Better Me)

Di tahap awal, lakukan aktivitas fisik ringan. Jalan santai atau peregangan lebih ramah bagi tubuh dibanding lari jarak jauh atau angkat beban. Dengan cara ini, tubuh tetap bertenaga tanpa harus kelelahan.

Rasa lapar sering muncul di jam-jam awal. Alihkan perhatian dengan kegiatan produktif seperti membaca, bekerja, atau bergerak aktif. Aktivitas itu membantu tubuh beradaptasi dan membuat puasa terasa lebih ringan.

Saat memasuki waktu makan, pilih makanan bernutrisi. Konsumsilah sayuran, buah, ikan, ayam, dan kacang-kacangan untuk sumber energi yang sehat. Sebaliknya, makanan cepat saji hanya mengurangi manfaat diet IF.

Pandangan Ilmiah dan Pro-Kontra

Mattson dan tim peneliti dalam jurnal New England Journal of Medicine berjudul “Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease” (2019) menemukan bahwa IF meningkatkan metabolisme, menurunkan risiko diabetes tipe 2, dan menjaga kesehatan otak.

Namun, Patterson dan Sears dalam jurnal Nutrition Reviews (2017) menilai IF berisiko bila orang menjalaninya tanpa bimbingan medis. Risiko lebih besar mengintai penderita penyakit tertentu, orang dengan masalah gula darah, serta wanita hamil yang membutuhkan pola makan lebih stabil.

Intermittent fasting bukan jalan pintas untuk langsing. Keberhasilan justru bergantung pada kesabaran, konsistensi, dan kemampuan mendengarkan sinyal tubuh. Bila orang menjalankannya dengan benar, pola ini bisa membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending