PAUS LEO XIV mengaku prihatin melihat upah CEO yang melonjak jauh di atas gaji karyawan biasa. Ia menilai fenomena ini menjadi “masalah besar manusia” di era modern.
Dilansir CNBC, dalam wawancara dengan Crux, media online Katolik, Paus Leo membahas paket kompensasi Tesla untuk CEO Elon Musk senilai US$1 triliun. Ia menekankan, “Sekitar 60 tahun lalu, CEO hanya mendapat 4–6 kali gaji karyawan. Kini, penghasilan mereka 600 kali lebih besar,” kata Paus Leo, dikutip Reuters, Senin (15/9/2025).
Paket itu terdiri dari 12 tahap. Setiap tahap menuntut Tesla meningkatkan produksi mobil, melambungkan valuasi perusahaan, dan mengembangkan robot AI. Musk harus memimpin Tesla minimal 7,5 tahun untuk mencairkan sebagian saham, serta 10 tahun untuk mendapatkan keseluruhan kompensasi.
Jika Tesla memenuhi target, kekayaan bersih Musk bisa melonjak dari US$400 miliar menjadi hampir US$1 triliun. Sebagai perbandingan, Tesla hanya mengirim kurang dari 2 juta mobil pada 2024, jauh dari target 20 juta kendaraan yang ditetapkan untuk mencairkan paket tersebut.
Tesla akan mengajukan rencana ini kepada pemegang saham pada rapat tahunan 6 November. Paus Leo menegaskan, jika masyarakat menilai kesuksesan hanya dari kekayaan dan status, kesenjangan sosial akan semakin membesar.
Selain menyoroti gaji CEO, Paus Leo menceritakan pengalamannya bekerja sebagai misionaris di Peru. Ia berharap kesadaran akan tanggung jawab sosial dapat menumbuhkan kedamaian di berbagai belahan dunia.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati