GEMERLAP layar gim daring kini jadi ruang bermain jutaan anak. Namun, di balik keseruan dunia virtual, bahaya terus mengintai.
Roblox, salah satu platform game terpopuler di dunia, ikut menjadi sorotan di Indonesia. Roblox adalah platform video game daring yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan berbagi game buatan sendiri. Sistemnya berbasis komunitas, sehingga siapa pun bisa menciptakan konten yang dimainkan jutaan pengguna lain.
Bahaya Roblox dan Kasus Nyata
Dilansir CNN (19/8/2025), Jaksa Agung Louisiana menggugat Roblox karena gagal melindungi anak dari predator seksual. Gugatan itu bermula setelah sejumlah orang tua melaporkan bahwa orang dewasa tidak dikenal menghubungi anak mereka melalui fitur obrolan Roblox. Jaksa menilai perusahaan lalai memberi pengawasan, sehingga ruang bermain anak berubah menjadi pintu masuk predator.
Selain itu, kasus serupa mencuat di Iowa. Seorang predator berkenalan dengan anak berusia 13 tahun lewat Roblox, lalu memperdagangkannya. Polisi menemukan komunikasi intensif di dalam gim itu, sebelum predator membujuk korban keluar rumah dan mengeksploitasinya. Peristiwa ini memicu kemarahan publik sekaligus mempertegas kerentanan anak di platform daring yang seharusnya aman.
Di Indonesia, Mendikdasmen Abdul Mu’ti melarang murid SD memainkan Roblox. Ia menegaskan anak-anak belum mampu membedakan adegan nyata dengan rekayasa di dalam game tersebut.
Regulasi di Indonesia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan aturan perlindungan anak berlaku bagi semua platform. Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) serta Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).
Lebih lanjut, dilansir CNN (15/9/2025), Komdigi meminta Roblox memperketat standar keamanan, membatasi akses komunikasi antar pengguna anak, menyaring konten vulgar, dan memperjelas fitur kontrol orang tua. Pemerintah juga meminta Roblox membuka kantor perwakilan di Indonesia agar pengawasan lebih mudah dilakukan.
Roblox merespons dengan surat resmi ke Komdigi. Mereka berjanji bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS), menyesuaikan klasifikasi gim, dan membagikan hasil studi dampak ekonomi untuk mendukung pengembang lokal.
Tanggapan Ahli
Dilansir CNN (15/9/2025), Menkomdigi Meutya Hafid menyambut komitmen Roblox. Ia menilai langkah itu sebagai wujud dialog konstruktif yang dapat melindungi anak sekaligus memperkuat industri kreatif digital. “Ini menunjukkan bahwa kesediaan menyesuaikan regulasi bisa menjadi jalan tengah antara melindungi anak-anak Indonesia dan mendukung ekosistem pengembang game lokal,” ujarnya.
Dengan demikian, kepercayaan publik pada platform digital hanya bisa terjaga jika perusahaan serius melindungi penggunanya. Kini, giliran masyarakat yang harus kritis agar dunia virtual tetap aman bagi generasi muda.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati