By admin
24.04.26

Dari Kedai Kecil Jadi Unicorn, Kopi Kenangan Raih Untung Rp 272 Miliar di Tahun 2025

MAHAKAMA – Aroma kenangan kini merayap di setiap sudut kota saat setetes kafein lokal berhasil menaklukan dinginnya persaingan ekonomi global yang sangat kejam. Sang pelopor kopi masa kini telah memahat sejarah baru dengan mengubah pahitnya perjuangan menjadi manisnya kemenangan di panggung internasional.

Kopi Kenangan merupakan jenama kopi asli Indonesia yang memulai langkah dari satu gerai kecil di Jakarta pada tahun 2017. Jenama ini kini telah berkembang pesat menjadi salah satu jaringan kopi terbesar di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Hingga akhir tahun 2025, perusahaan ini sudah mengoperasikan 1,32 ribu gerai yang tersebar di enam negara berbeda. Indonesia sendiri menampung lebih dari 1,1 ribu outlet sebagai basis pasar utama bagi pertumbuhan bisnis mereka.

Kabar baik bagi Kopi Kenangan. Mereka baru saja mencetak keuntungan pertama di level grup sebesar USD 17 juta. Pendapatan total perusahaan bahkan menyentuh angka USD 184 juta pada periode laporan keuangan terbaru tersebut.

Pencapaian ini menandakan bahwa bisnis mereka bukan hanya sekadar tumbuh menjadi besar secara kuantitas. Perusahaan kini mulai menunjukkan kondisi finansial yang benar-benar sehat dan stabil bagi keberlangsungan jangka panjang.

Strategi Menemukan Celah Pasar dan Senjata Teknologi

Pendiri Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, melihat masalah besar di pasar kopi Indonesia saat memulai bisnisnya. Dahulu, konsumen hanya punya pilihan kopi kafe yang mahal atau kopi pinggir jalan dengan kualitas rendah.

Oleh karena itu, mereka menciptakan produk tengah-tengah dengan harga sekitar Rp 22 ribu per gelas. Produk ini menawarkan kualitas yang mendekati kafe namun dengan konsep praktis untuk dibawa pulang.

Strategi ini terbukti sangat ampuh melalui menu andalan mereka yaitu Kopi Kenangan Mantan. Menu tersebut kini menjadi simbol posisi pasar yang kuat di hati mayoritas masyarakat Indonesia.

Kunci Kecepatan Ekspansi Menjadi Unicorn

Kopi Kenangan menggunakan model bisnis hemat biaya melalui konsep pesan lalu bawa atau grab-and-go. Mereka tidak perlu menyewa tempat besar untuk tempat duduk pelanggan sehingga biaya operasional menjadi jauh lebih rendah.

Hal ini membuat perusahaan bisa lebih fokus menjaga kualitas bahan baku produk mereka. Selain itu, teknologi menjadi senjata utama perusahaan dalam menjangkau jutaan pelanggan setia di berbagai wilayah.

Aplikasi mereka saat ini memiliki sekitar 1,5 juta pengguna aktif yang menyumbang hampir 50 persen total penjualan. Teknologi ini memudahkan pesanan daring serta membantu perusahaan membaca kebiasaan belanja pelanggan melalui data.

Di samping itu, mereka menerapkan strategi rasa yang menyesuaikan dengan lidah lokal di setiap negara ekspansi. Rasa kopi di Singapura misalnya sengaja mereka buat berbeda dengan rasa kopi yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan cepat ini membawa mereka menjadi unicorn pertama di sektor makanan dan minuman pada tahun 2021. Unicorn adalah sebutan untuk perusahaan rintisan dengan nilai valuasi mencapai USD 1 miliar.

Sosok Pendiri dan Kegagalan yang Menjadi Pelajaran

Kesuksesan besar ini tentu tidak lepas dari peran penting sang pendiri yaitu Edward Tirtanata. Edward ternyata sudah memiliki jiwa pengusaha sejak kecil dengan menjual kartu permainan di lingkungan sekolahnya.

Ia sempat mengalami kegagalan saat mencoba bisnis teh sebelum akhirnya sukses membangun Kopi Kenangan. Pengalaman pahit tersebut justru menjadi pelajaran berharga dalam mematangkan strategi bisnis yang lebih kuat dan efektif.

Namun demikian, Kopi Kenangan juga pernah mengalami beberapa kegagalan dalam meluncurkan lini produk baru mereka. Produk premium seperti Kenangan Heritage serta produk murah bernama Satu Kenangan ternyata kurang mendapat minat publik.

Namun, kegagalan ini memberikan pengetahuan penting bagi manajemen untuk tetap fokus pada pasar kelas menengah. Mereka memilih untuk memperkuat identitas utama sebagai penyedia kopi yang paling pas buat mayoritas orang.

Kini, Kopi Kenangan sudah menempati posisi enam besar jaringan kopi paling berpengaruh di Asia Tenggara. Perusahaan memasang target ambisius untuk membuka 4 ribu gerai pada tahun 2030 mendatang di seluruh wilayah.

Kisah sukses ini membuktikan bahwa keberanian untuk mengisi celah pasar yang kosong dapat membawa martabat bangsa ke kancah dunia. Inovasi lokal yang kuat mampu bersaing secara adil dengan jenama global mana pun melalui efisiensi dan teknologi. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending