MAHAKAMA – Para perakit komputer kini harus mengelus dada saat melihat label harga komponen yang kian melambung tinggi. Menjelang akhir tahun 2025, harga memori RAM melonjak hingga 3 kali lipat dibandingkan awal tahun akibat terbatasnya pasokan global.
Kenaikan harga ekstrem ini terjadi karena popularitas teknologi kecerdasan buatan atau AI yang membutuhkan infrastruktur komputasi raksasa. RAM atau memori akses acak sendiri berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara untuk menjalankan perintah perangkat secara cepat. Teknologi AI sangat bergantung pada komponen ini sehingga memicu persaingan ketat antara produsen ponsel dan pusat data dalam memperebutkan stok yang terbatas.
Pasokan Chip Memori Tertekan Industri AI
Permintaan yang masif dari sektor perusahaan AI membuat raksasa teknologi seperti Samsung Semiconductor mulai mengalihkan fokus penjualannya. Divisi memori Samsung tersebut bahkan sempat menolak pesanan jangka panjang dari saudaranya sendiri, yaitu divisi produsen ponsel Samsung Electronics.
Dilansir SamMobile (3/12/2025) yang mengutip informasi dari kantor berita lokal Korea Selatan SEDaily, Keputusan ini diambil karena pusat data AI berani membayar harga jauh lebih mahal untuk memperkuat infrastruktur mereka daripada segmen konsumen biasa.
Kondisi serupa juga terjadi pada produsen besar lainnya seperti SK Hynix dan Micron yang mulai mengutamakan klien dari industri besar. Perusahaan-perusahaan ini memilih kontrak jangka pendek dengan harga tinggi untuk memaksimalkan keuntungan di tengah tren AI yang sedang meledak.
Dampak dari tren ini, biaya produksi perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer ikut naik karena kelangkaan chip memori di pasar global.
Tren Kenaikan Harga RAM Sepanjang Tahun

Data dari situs pelacak harga komponen dunia, pcpartpicker.com (29/12/205), menunjukkan lonjakan yang sangat kontras sepanjang tahun 2025. Pada Juli 2024, harga rata-rata RAM jenis DDR4 kapasitas 8 giga byte masih berada pada angka Rp630 ribu. Harga tersebut kemudian bergerak naik secara perlahan hingga menyentuh angka Rp720 ribu pada awal Januari 2025.
Namun demikian, lonjakan tajam mulai terlihat pada kuartal ketiga tahun 2025 saat teknologi AI semakin terintegrasi di banyak sektor. Harga komponen ini meroket dari Rp1,02 juta pada Juli menjadi Rp1,27 juta pada bulan Oktober. Pada penghujung tahun atau Desember 2025, harga memori tersebut kini mencapai puncaknya di angka Rp1,77 juta per unit.
Dampak dan Prediksi Pasar Memori pada 2026
Kenaikan harga yang nyaris menyentuh tiga kali lipat ini memberikan tekanan berat bagi industri komputer dan gadget di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat kemungkinan besar akan menghadapi kenaikan harga laptop dan smartphone baru pada awal tahun mendatang. Para distributor perangkat keras komputer juga harus mengatur strategi stok agar tetap bisa memenuhi permintaan pasar domestik yang sensitif terhadap harga.
Tren kenaikan ini diprediksi masih akan berlanjut hingga pertengahan tahun 2026 selama investasi pada teknologi AI belum melandai. Sektor pusat data masih akan mendominasi penyerapan chip memori sehingga ketersediaan untuk pengguna rumahan tetap akan terbatas. Konsumen perlu lebih bijak merencanakan peningkatan spesifikasi komputer agar tidak terjebak harga yang sedang melambung tinggi. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin