Mahakama.co.id – Pada 9 Oktober 2024, serangan roket Hizbullah menargetkan Israel utara, menyebabkan dua warga tewas di kota Kiryat Shmona. Menurut Magen David Adom, layanan darurat nasional Israel, roket yang menghantam kawasan tersebut menyebabkan seorang pria dan wanita berusia 40-an tahun meninggal dunia akibat luka-luka yang parah.
Ratusan Roket Diluncurkan, Kerusakan Luas
Serangan ini melibatkan lebih dari 20 roket, yang sebagian berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel. Namun, beberapa roket berhasil mendarat di wilayah Galilea Utara dan Teluk Haifa, merusak properti dan menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di Kiryat Bialik. Serangan ini menambah daftar panjang eskalasi kekerasan yang tengah berlangsung antara Israel dan Hizbullah.
Hizbullah Klaim Bertanggung Jawab
Kelompok Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah militer Israel di kawasan tersebut. Hizbullah juga menyatakan bahwa mereka berhasil menggagalkan upaya infiltrasi militer Israel di beberapa wilayah perbatasan Lebanon. Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, terjadi baku tembak antara pasukan Hizbullah dan militer Israel di daerah Al-Labbouneh, dekat perbatasan Naqoura, Lebanon selatan.
Pertempuran yang Memanas

Serangan ini datang setelah serangkaian serangan udara besar-besaran oleh Israel di Lebanon, yang memicu peningkatan intensitas pertempuran sejak akhir September. Militer Israel memperluas operasi mereka ke wilayah barat daya Lebanon, yang sudah memakan banyak korban di kedua belah pihak. Hingga saat ini, lebih dari 1.250 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon.
Konflik ini semakin memanas, dengan berbagai laporan yang menunjukkan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap kekerasan yang terjadi di Gaza. Seperti diketahui, serangan militer Israel di Gaza telah menewaskan ribuan warga Palestina, memicu reaksi dari kelompok-kelompok perlawanan seperti Hizbullah yang turut terlibat dalam pertempuran. (net/ra)