BAU rempah dan tawa riang pembeli akan segera kembali memenuhi jantung kota. Pasar Pagi, ikon legendaris Samarinda, bersiap membuka lembaran baru. Wajah baru pasar ini menghadirkan harapan baru bagi roda ekonomi rakyat. Revitalisasi pusat perdagangan tujuh lantai ini telah memasuki tahap akhir. Pasar Pagi ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Desember 2025.
Revitalisasi Pasar Pagi menjadi langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Langkah ini bertujuan menata ulang kawasan perdagangan yang sebelumnya kerap dipandang kumuh. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023 dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasar legendaris itu kini hadir dengan fasilitas modern tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat ekonomi rakyat.
Peresmian Desember 2025 dan Uji Coba Utilitas
Dilansir Koran Kaltim (15/10/2025), Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Hero Mardamus Satyawan, meninjau langsung lokasi. Ia ditemani Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy, serta jajaran Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas PUPR. Kunjungan ini memastikan kesiapan akhir pasar, Rabu (15/10/2025).
Hero menyampaikan kesiapan pasar sudah hampir rampung hari ini. Pekerja hanya tinggal melakukan pembenahan kebersihan saja. Jika berjalan sesuai rencana, November pedagang sudah bisa mulai masuk dan Desember akan diresmikan.
Seluruh fasilitas utama di lokasi dinyatakan sudah siap pakai. Sekkot menegaskan sistem air bersih dan kelistrikan telah diuji. Hasilnya, kedua sistem ini berjalan normal. Oleh karena itu, pasar dapat segera beroperasi tanpa hambatan berarti.
Tantangan Penataan 2.500 Pedagang
Disdag Samarinda mencatat jumlah pedagang yang akan menempati bangunan baru Pasar Pagi mencapai sekitar 2.500 orang pada tahun 2023. Pedagang ini terdiri dari pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) serta pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Jalan Tumenggung.
Pemkot Samarinda kini memastikan distribusi kios. Mereka menggunakan sistem pendataan by name by address. Hal ini bertujuan tidak memberi celah bagi pihak mana pun untuk mengklaim atau menjual lapak kepada pedagang baru secara tidak resmi. Distribusi kios ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025.
Oleh karena itu, Pemkot Samarinda berharap para pedagang dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang telah disiapkan pemerintah. Ketertiban dalam berjualan dan kepatuhan terhadap zonasi menjadi kunci. Pedagang harus memastikan pasar ini tidak kembali semrawut seperti sebelumnya. Hal ini juga bertujuan menciptakan suasana perdagangan yang nyaman dan tertata bagi semua pihak.
Hero menjelaskan masalah penataan, “Kadang pedagang merasa tempat dulu otomatis masih miliknya, ini harus kita atur kembali.” Di saat bersamaan, pengaturan jalur akses dan area parkir tengah disiapkan. Pengaturan ini vital agar aktivitas pasar tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Gadjah Mada dan sekitarnya. Harapan Pemkot Samarinda adalah agar para pedagang bisa tertib dan menyesuaikan dengan kondisi pasar yang baru.
Pasar Pagi bukan hanya pusat belanja. Pasar ini adalah cerminan semangat perekonomian rakyat. Dengan selesainya revitalisasi ini, kita harus menjaga komitmen bersama. Komitmen bersama ini untuk menjadikan Pasar Pagi baru sebagai simbol ketertiban dan kemajuan ekonomi di Samarinda. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin