By admin
01.11.25

Pasar Segiri Berbenah: Relokasi, Revitalisasi, dan Harapan Baru bagi Pedagang Samarinda

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Samarinda tengah menyiapkan sejumlah lokasi relokasi sementara bagi pedagang yang akan terdampak proyek revitalisasi Pasar Segiri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.Salah satu lokasi yang dinilai paling strategis adalah eks Bandara Temindung di Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang.

Kawasan ini dipertimbangkan karena memiliki area yang luas, tertutup, dan dinilai cukup representatif untuk dijadikan sentra perdagangan sementara.

“Aspek luas dan kondisi tertutup menjadi pertimbangan utama. Kami berharap area eks Bandara Temindung bisa dipinjamkan, karena pedagang grosir bahan pokok membutuhkan tempat yang terbuka namun tetap tertata,” ujar Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.

Selain eks Bandara Temindung, Pemkot juga menyiapkan alternatif lokasi lain seperti Lapangan KNPI dan Lapangan Sepak Bola Merdeka. Namun, dari hasil kajian awal, Temindung dianggap paling ideal karena lebih mudah diatur dan dapat difungsikan sebagai sentra perdagangan terpadu.

“Kalau di eks Bandara Temindung, suasananya lebih tertutup sehingga lebih nyaman dijadikan sentra sementara,” tambah Marnabas.

Konsep Revitalisasi: Pasar Rakyat Modern Beroperasi 24 Jam

Menurut Marnabas, proses perencanaan revitalisasi Pasar Segiri masih terus berjalan. Pembangunan pasar ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 miliar dan akan mempertahankan konsep pasar rakyat yang beroperasi selama 24 jam.

“Pasar Segiri memiliki peran penting sebagai pusat distribusi sayur-mayur dan kebutuhan pokok. Karena itu, desain pasar akan menyesuaikan aktivitas bongkar muat yang berlangsung sepanjang hari. Kami akan pastikan kendaraan besar bisa masuk ke area pasar,” jelasnya.

Revitalisasi akan mencakup pembongkaran total bangunan lama dan pembangunan ulang dengan struktur baru yang lebih efisien. Desain pasar tidak dibuat terlalu tinggi agar tetap sesuai dengan karakter pasar bahan pokok.

“Untuk komoditas sayur-mayur dan kebutuhan pokok, cukup sampai lantai dua,” katanya.

Wali Kota Pantau Detail Perencanaan

Saat ini, tim perencana tengah menyiapkan materi presentasi untuk Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Marnabas menyebutkan, Wali Kota sangat teliti dalam meninjau setiap aspek revitalisasi, mulai dari penataan zonasi pedagang, tata ruang, hingga sistem operasional pasar.

“Beliau selalu memantau secara detail, termasuk penempatan pedagang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ungkapnya.

Pemkot juga terus memperbarui data jumlah pedagang, yang saat ini tercatat sebanyak 2.021 orang, untuk memastikan seluruhnya terakomodasi dalam proses relokasi maupun penempatan kembali pasca-revitalisasi.

“Kami terus memperbarui data agar tidak ada satu pun pedagang yang terlepas dari proses ini,” ujar Marnabas.

Identitas Baru Pasar di Samarinda

Melalui revitalisasi ini, Pemkot Samarinda berharap Pasar Segiri tidak hanya menjadi pusat perdagangan bahan pokok yang modern, tetapi juga menjadi ikon ekonomi kerakyatan di kota tersebut.

“Kami ingin setiap pasar di Samarinda memiliki identitas yang jelas. Misalnya, Pasar Pagi untuk pakaian, Pasar Segiri untuk bahan pokok, Pasar Merdeka untuk buah-buahan, dan Citra Niaga atau Beluluq Lingau untuk pusat oleh-oleh,” tutupnya. (*)

Trending