SUASANA Pulau Jawa bagian selatan menyajikan kontras yang mencolok. Di satu sisi, Pantai Cilacap ramai oleh perahu nelayan. Namun demikian, di seberangnya, terhampar siluet gelap Pulau Nusakambangan yang sunyi dan berhutan lebat.
Jauh dari hiruk pikuk, pulau ini menjadi rumah bagi kompleks penjara berkeamanan maksimum. Ia menampung narapidana kelas berat di Indonesia. Perpindahan tokoh publik seperti Amar Zoni ke pulau ini kembali menarik perhatian publik. Perhatian publik tertuju pada ketatnya sistem penjara di sana.
Lokasi, Keamanan, dan Isolasi Alam
Dilansir Kompas (16/10/2025), Nusakambangan merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah selatan Cilacap, Jawa Tengah. Pemerintah menetapkan pulau ini sebagai lokasi penjara dengan keamanan maksimum. Lokasinya yang terpisah dari Pulau Jawa oleh selat sempit menjadi kunci penting. Kondisi ini membuat penjagaannya sangat ketat.
Pulau ini secara alami berfungsi sebagai benteng. Hutan lebat, perairan ganas, dan ombak besar mengelilingi seluruh pulau. Oleh karena itu, narapidana sulit melarikan diri. Jika berhasil lolos dari penjara, narapidana harus melewati perairan yang berarus kuat. Terdapat juga banyak buaya yang hidup di kawasan tersebut.
Siapa Saja Narapidana di Balik Jeruji Besi?
Pemerintah memang mendesain Nusakambangan sebagai penjara super maksimum. Penjara ini menampung narapidana (napi) yang memiliki risiko tinggi. Napi tersebut dianggap membahayakan keamanan. Oleh karena itu, Nusakambangan bukan penjara biasa. Penjara ini menahan napi yang terbukti melakukan kejahatan serius.

Jenis narapidana yang menghuni Nusakambangan sangat beragam. Mereka termasuk pelaku terorisme, gembong narkoba skala internasional dan pelaku kejahatan berat. Napi yang telah berulang kali melarikan diri dari penjara lain juga ditempatkan di sini. Selain itu, narapidana yang menimbulkan konflik di lapas biasa juga dipindahkan ke Nusakambangan. Pemindahan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban.
Alasan Pengamanan Super Ketat
Keamanan di Nusakambangan berada pada level tertinggi. Para petugas menerapkan prosedur sangat ketat, bahkan melebihi penjara lain. Lapas-lapas di pulau ini, seperti Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu, menerapkan sistem satu sel untuk satu narapidana. Sistem ini dikenal sebagai One Man One Cell.
Sistem keamanan ketat ini bertujuan utama untuk mencegah pelarian. Selain itu, sistem ini berfungsi memutus jaringan kejahatan narapidana. Pemerintah tidak ingin para gembong narkoba atau teroris mengendalikan bisnis atau operasi mereka dari balik jeruji. Kondisi isolasi total menjamin narapidana terputus dari dunia luar. Pihak lapas juga melakukan pemeriksaan rutin dan pengawasan 24 jam. Hal ini untuk memastikan tidak ada celah keamanan.
Memahami Nusakambangan berarti memahami komitmen negara terhadap keamanan. Kita harus menjamin sistem hukum berjalan efektif. Keberadaan pulau ini menegaskan bahwa setiap pelanggaran serius harus menghadapi konsekuensi setimpal.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin