By admin
19.11.25

Emas Kita Raksasa! RI Kalahkan AS dan China dalam Harta Karun di Perut Bumi

Ilustrasi emas batangan./IST

MAHAKAMA – Ketika harga emas dunia melonjak hingga menembus level fantastis di atas USD4 ribu per troy ounce pada Oktober 2025, perhatian global seketika bergeser. Fokus utama kini bukan lagi seberapa banyak emas yang tersimpan di brankas bank sentral, melainkan seberapa besar harta karun yang masih tersembunyi jauh di bawah tanah dan siap untuk digali.
Siapa sangka, dalam peta cadangan emas dunia yang belum ditambang—alias economically recoverable reserves—Indonesia ternyata berhasil menyalip raksasa ekonomi seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok (China)!
Ya, data terbaru dari U.S. Geological Survey (USGS) per Januari 2025 memberikan kabar gembira yang cukup mengejutkan. Laporan tersebut memetakan negara-negara yang masih menyimpan deposit emas raksasa, yang secara ekonomi sangat layak untuk digarap. Hasilnya, Indonesia duduk manis di posisi keempat dunia, mengukuhkan diri sebagai salah satu pemilik potensi emas terbesar yang belum terjamah.

Beda Cadangan Bank Sentral dan Harta Karun di Bawah Tanah

Sering kali kita mendengar bahwa AS adalah negara dengan cadangan emas bank sentral terbesar di dunia. Namun, daftar yang dirilis USGS ini menyajikan perspektif yang berbeda. Ini adalah daftar potensi kekayaan mineral strategis masa depan—emas yang baru akan diolah dan dieksplorasi.
Lonjakan harga emas yang terjadi belakangan ini membuat kegiatan eksplorasi menjadi semakin strategis dan menjanjikan. Rusia dan Australia menjadi dua negara yang mendominasi puncak daftar ini. Keduanya berbagi takhta dengan perkiraan cadangan masing-masing mencapai 12.000 ton. Nilai ekonominya menembus angka gila, yakni sekitar USD1,687 triliun per negara!

Indonesia Kangkangi AS dan China

Hal yang paling mencuri perhatian dari laporan ini adalah posisi Indonesia. Dengan cadangan emas yang belum ditambang mencapai 3.800 ton, Indonesia berhasil menempati posisi keempat dunia. Angka ini setara dengan potensi nilai ekonomi fantastis, yakni USD505 miliar.
Menariknya, posisi ini menempatkan Indonesia satu tingkat di atas Kanada (3.200 ton), bahkan melangkahi Tiongkok (3.100 ton) dan Amerika Serikat (3.000 ton). Hal ini menunjukkan betapa besarnya potensi eksplorasi yang masih terbentang luas di Tanah Air, terutama di wilayah timur Indonesia yang kaya mineral.

Emas Sebagai Jangkar Stabilitas Ekonomi Global

Potensi cadangan sebesar 3.800 ton ini otomatis mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan mineral strategis yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dilihat dari sisi ekonomi makro, cadangan emas memiliki fungsi yang jauh lebih strategis, tidak hanya sebagai potensi tambang, tetapi juga sebagai alat stabilitas moneter negara.

Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia memandang emas sebagai salah satu elemen kunci dalam menjaga pertahanan ekonomi:
“Peningkatan cadangan devisa yang berkelanjutan, didukung oleh posisi aset berharga seperti emas yang nilainya kian menguat, merupakan bantalan (buffer) penting. Langkah ini esensial untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terombang-ambing oleh gejolak eksternal dan risiko inflasi yang meningkat pada paruh kedua tahun ini”,ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI).

Peran emas sebagai penyeimbang risiko ini juga diamini oleh para ekonom, melihat fungsinya sebagai aset safe haven:
“Cadangan emas bagi sebuah negara bukan sekadar kekayaan, tapi juga jangkar stabilitas moneter, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan volatilitas mata uang yang terus terjadi, peran emas semakin krusial sebagai aset lindung nilai (hedging) yang mampu menjaga daya tahan perekonomian nasional”, tegas Dr. Irfan Hakim, Ph.D., Direktur Eksekutif Institute for Economic Policy (IEP).

Sementara itu, pasar berkembang seperti Indonesia, Peru, dan Brasil kini menjadi magnet baru dalam peta eksplorasi emas dunia karena cadangan besar yang belum tersentuh optimal. Di sisi lain, negara maju seperti AS dan Tiongkok—meskipun cadangannya signifikan—menghadapi kendala biaya produksi yang tinggi serta regulasi lingkungan yang semakin ketat. Hal ini membuat ekspansi tambang baru mereka relatif lebih lambat.

Berikut adalah daftar 15 negara teratas dengan cadangan emas belum ditambang terbesar di dunia berdasarkan data USGS:

PeringkatNegaraCadangan (Ton)
1Rusia12.000
2Australia12.000
3Afrika Selatan5.000
4Indonesia3.800
5Kanada3.200
6Tiongkok3.100
7Amerika Serikat3.000
8Peru2.500
9Brasil2.400
10Kazakhstan2.300
11Uzbekistan1.800
12Meksiko1.400
13Ghana1.000
14Mali800
15Kolombia700

Penulis : Redaksi

Trending