By admin
08.12.25

Alumni AS–Kalimantan Bersatu Dorong Kolaborasi dan Inovasi di Tanah Borneo

Flyer #AlumniAS Network: Selected Facilitators & Participants Orientation

MAHAKAMA — Semangat kolaborasi lintas wilayah bergema dalam jaringan alumni program pertukaran dan beasiswa pemerintah Amerika Serikat. Melalui Alumni AS Network (AAN), sebuah wadah kolaborasi nasional, para alumni dari berbagai daerah mulai mempersiapkan langkah strategis untuk membawa dampak nyata bagi Indonesia.

Momentum ini ditandai dengan dimulainya proses onboarding peserta baru pada 1 Desember 2025. AAN dirancang untuk menghubungkan alumni dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga Indonesia Timur dalam satu ekosistem yang solid, saling mendukung, dan berorientasi pada solusi sosial.

Sakaraska: Perahu dari Jantung Borneo

Di tengah antusiasme nasional tersebut, sorotan tertuju pada tim perwakilan Kalimantan yang membawa identitas unik bernama Sakaraska. Nama ini merupakan akronim dari Sampan Karsa Alumni AS–Kalimantan.

Filosofi di balik nama ini sangat erat dengan kearifan lokal. “Sampan” diambil sebagai representasi identitas sungai yang menjadi nadi kehidupan masyarakat Kalimantan, sementara “Karsa” melambangkan tekad dan inisiatif yang kuat.

Kemudian, digabungkan dengan ASKA (Alumni Amerika Serikat–Kalimantan), Sakaraska dimaknai sebagai “perahu yang digerakkan oleh tujuan”—simbol gerakan alumni yang ingin menyatukan provinsi, menghidupkan jejaring, dan membawa energi perubahan bagi Kalimantan.

Misi utama Sakaraska berfokus pada dua isu krusial yang relevan dengan tantangan daerah saat ini, yaitu gerakan kepemudaan dan kewirausahaan.

Sinergi Alumni Lintas Program Internasional

Kekuatan utama Sakaraska terletak pada komposisi timnya yang inklusif dan beragam. Tim ini diperkuat oleh alumni dari berbagai program internasional bergengsi yang membawa keahlian spesifik untuk mendukung inovasi program, yang terdiri dari:

  • Theo Nugraha (OneBeat, 2022) didapuk sebagai Project Leader
  • Ario Maulana (YSEALI Academic Fellowship Program, 2025) berperan sebagai Project Secretary.
  • Chairunnisa (Fulbright Scholarship Program – Master’s Degree, 2023–2025) mengisi posisi Creative Team and Documentation.
  • Misbahul Aslam (English Access Microscholarship Program/ACCESS, 2025) bertanggung jawab pada Human Resources and Communication.
  • Rahman Putra (YSEALI Academic Fellowship Program, 2017) turut memperkuat tim inti.
  • Sukarti (International Visitor Leadership Program/IVLP, 2024) memegang kendali sebagai Finance & Treasurer.

Keberagaman latar belakang ini menjadi modal penting bagi Sakaraska untuk merancang program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

Kurikulum Aksi Menuju Perubahan Nyata

Sepanjang Desember 2025, para anggota AAN, termasuk tim Sakaraska, akan menjalani serangkaian modul intensif yang dirancang untuk mematangkan inisiatif mereka. Lima modul pelatihan inti yang akan dijalani meliputi:

  • Understanding Community Challenges: Menganalisis isu-isu regional dan komunitas dalam kelompok kecil.
  • Design Thinking for Problem-Solving: Menerapkan alat dan metode design thinking untuk menangani isu nyata di komunitas atau jaringan alumni.
  • Coaching & Collaboration Skills: Melatih keterampilan kolaborasi dan komunikasi yang efektif.
  • Empathy in Leadership: Merefleksikan pengalaman kepemimpinan dan memperkuat pemahaman interpersonal.
  • Project Planning & Team Building: Mengembangkan rencana proyek, pembagian peran dalam tim, serta kebutuhan sumber daya.


Puncak dari rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan Action Plan Presentation, sebuah sesi pitching di mana setiap tim, termasuk Sakaraska, akan mempresentasikan rencana aksi konkret yang siap dieksekusi untuk masyarakat.

Dengan hadirnya Sakaraska, diharapkan lahir gelombang baru inisiatif sosial di Kalimantan yang mampu menjawab tantangan zaman melalui semangat kolaborasi dan persatuan alumni. (*)

Penulis: Desy Alvionita
Editor: Amin

Trending