By admin
27.10.25

5 Pencurian Karya Seni Terbesar Guncang Dunia: Louvre hingga Van Gogh

PENCURIAN di Museum Louvre menambah daftar panjang pencurian karya seni yang mengguncang dunia. Pelaku menaksir perhiasan yang dicuri dari museum yang terletak di Kota Paris, Prancis, bernilai lebih dari US$ 100 juta atau setara Rp 1,6 triliun.

Dilansir Tempo (22/10/2025), “Penting untuk mengingat bahwa kerugian ini memang kerugian ekonomi, tetapi tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian historis yang disebabkan oleh pencurian ini,” ujar Jaksa Penuntut Umum Paris, Laure Beccuau, dalam sebuah wawancara pada hari Selasa yang dilansir dari Al Jazeera. Beccuau mengatakan, “Kurator Louvre memperkirakan kerugiannya mencapai 88 juta euro.” Total kerugian mencapai US$ 102 juta.

Perampokan terjadi pada siang hari dalam waktu yang singkat pada pekan lalu. Delapan perhiasan curian tersebut termasuk tiara dan anting-anting dari pasangan Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense, dari awal abad ke-19. Para pencuri menjatuhkan Mahkota Permaisuri Eugenie di luar museum saat mereka melarikan diri.

Kejadian pencurian di Louvre mengingatkan semua pihak terhadap rapuhnya institusi kebudayaan di dunia. Insiden di Louvre memperlihatkan bagaimana objek bersejarah dapat hilang dengan mudah. Oleh karena itu, keamanan museum perlu ditingkatkan.

Pencurian di Museum Louvre bukanlah pencurian yang paling terkenal. Oleh karena itu, berikut adalah lima perampokan seni yang mengguncang dunia seperti dilansir dari Al Arabiya:

Kasus Pencurian Seni Paling Menghebohkan


1. Museum Isabella Stewart Gardner di Boston

Foto: Salah satu karya Rembrandt, Christ in The Storm on the Sea of Galilee, 163

Dua pria melakukan pencurian kasus pertama. Mereka berpura-pura menjadi petugas polisi dan masuk ke dalam Museum Isabella Stewart Gardner di Boston. Kemudian, mereka mengikat penjaga museum. Mereka mengambil 13 lukisan. Lukisan-lukisan tersebut termasuk mahakarya Rembrandr, Vermeer, dan Degas. Total nilai hasil pencurian mereka mencapai US$ 500 juta. Sampai saat ini, lukisan-lukisan ini masih belum ditemukan, bahkan setelah tiga dekade.

2. Pencurian Mona Lisa di Paris

Pencurian terjadi pada tahun 1911. Penjaga museum baru mengetahui kejadian ini pagi harinya tanggal 21 Agustus 1911. Penjaga menemukan Mona Lisa hilang dari tempat pajangannya. Otoritas Prancis melakukan investigasi selama dua tahun. Setelah itu, polisi menemukan pencurinya. Pelaku bernama Vincenzo Peruggia, berasal dari Italia. Peruggia melakukan pencurian ini sebagai bentuk nasionalisme. Menurutnya, Mona Lisa seharusnya menjadi milik Italia. Kejadian ini membuat pamor lukisan Mona Lisa melonjak di panggung global.

3. The Scream oleh Edvard Munch di Oslo

Foto: The Scream oleh Edvard Munch

Pelaku mencuri lukisan The Scream sebanyak dua kali. Pencurian pertama terjadi pada tahun 1994 saat Olimpiade Musim Dingin di Norwegia. Kemudian, pencurian kedua terjadi pada tahun 2004. Perampok bersenjata memasuki museum Munch. Mereka mengambil lukisan The Scream dan The Madonna. Kedua lukisan telah dikembalikan. Namun demikian, keduanya mengalami kerusakan ringan akibat robekan dan kelembaban.

4. Poppy Flowers oleh Vincent van Gogh di Kairo

Foto: Poppy Flowers oleh Vincent van Gogh di Kairo

Pelaku mencuri lukisan Vincent van Gogh ini pada tahun 2010. Pencurian terjadi dari Museum Mahmoud Khalil pada pagi hari. Kelalaian keamanan menyebabkan pencurian terjadi. Faktanya, separuh alarm museum tidak berfungsi. Lukisan Poppy Flowers masih belum ditemukan. Interpol terus memburunya hingga saat ini.

5. Museum Green Vault (Brankas Hijau) di Dresden

Foto: Silver Gilt Room in the Grünes Gewölbe

Perampokan ini terjadi layaknya adegan film Hollywood. Pelaku membobol museum yang terletak di Jerman ini. Mereka mencuri harta karun abad ke-18. Harta karun itu berisikan 4.000 permata senilai US$ 1,08 miliar. Beberapa tersangka telah ditangkap. Sebagian permata dapat kembali. Namun demikian, perhiasan yang paling berharga masih hilang hingga saat ini.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending