By admin
17.11.23

Pj Gubernur Kaltim Apresiasi DPRD Kaltim di Berbagai Macam Proyek

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik berbincang-bincang dengan Ketua DPRD Kaltim, H Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua, H Sigit Wibowo dan H Muhammad Samsun, serta anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir dan H Jahidin di ruang VIP Gedung B DPRD (Istimewa)

Mahakama.co.id – Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengapresiasi kerja DPRD Kaltim dalam berbagai proyek, antara lain Raperda tentang Perubahan Penyelenggaraan Ketentraman mendengarkan laporan dan Keterlibatan Umum, Serta Perlindungan Masyarakat, Raperda tentang Bentuk Perusahaan Daerah Pertambangan Kaltim menjadi Perseroan Terbatas, dan Raperda tentang Perubahan Bentuk Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) menjadi Perseroan Terbatas (Perseroda).

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim yang dipimpin Hasanuddin Mas’ud dan dihadiri Wakil Ketua Sigit Wibowo dan Muhammad Samsun, ia menyatakan terimakasihnya kepada anggota DPRD Kaltim.

“Mudah-mudahan dengan adanya perubahan bentuk BUMD ini bisa memberi kontribusi lebih besar ke pendapatan daerah, karena dengan perubahan bentuk Perseroan Terbatas (PT) dan Perseroda) usahanya makin berkembang,” ucapnya, Kamis (16/11/2023).

Akmal berjanji akan mempercepat proses pengubahan ketiga Raperda menjadi Perda, sehingga DPRD Kaltim bisa lebih cepat mengesahkannya.

“Banyak bidang usaha, perdagangan dan jasa yang bisa diusahakan Perusda (BUMD) apa lagi aktivitas berbagai usaha terbuka setelah IKN dipindahkan pemerintah ke Kaltim,” ujarnya.

BUMD Melati Bhakti Satya (MBS) mempertimbangkan untuk memasuki sektor perdagangan pangan seperti beras dan bahan pokok untuk mendukung meningkatnya permintaan pangan di Kaltim akibat pertumbuhan penduduk dan hadirnya IKN di wilayah tersebut.

“MBS perlu punya banyak ragam usaha, baik di perdagangan barang maupun jasa,” kata Akmal.

Akmal mendesak MBS menilai produktivitas lahannya yang luas di KE Kariangau dan Balikpapan, yang jika produktif akan memberikan pemasukan besar bagi MBS dan kas daerah, karena luasnya kurang lebih 90 hektar.

Akmal mengidentifikasi lahan strategis yang disediakan Pemprov untuk pengelolaan MBS, menyoroti perlunya wirausaha mengembangkan usaha di Balikpapan yang akan menjadi kota pendukung IKN.

“MBS perlu mencari mitra kerja sama agar aset tak produktif tersebut jadi produktif,” ucapnya. (Hms/Adv)

Trending