By admin
08.05.26

Tolak Glamor: Wali Kota New York Pilih Absen dari Met Gala Demi Perangi Ketimpangan

MAHAKAMA – Kilauan lampu kilat kamera menyambar gaun-gaun mewah di atas karpet merah Metropolitan Museum of Art saat para pesohor dunia mulai memamerkan busana mereka. Namun, di tengah kemegahan malam mode tersebut, kursi kepemimpinan Kota New York justru tampak kosong dari kehadiran sang wali kota.

Met Gala sendiri merupakan acara penggalangan dana tahunan untuk Costume Institute milik The Metropolitan Museum of Art yang tahun ini memecahkan rekor pendapatan. Panitia melaporkan perolehan dana fantastis mencapai lebih dari USD 42 juta melalui penjualan tiket dan donasi para tamu undangan.

Tahun ini, penyelenggara mengusung tema Costume Art yang mengeksplorasi hubungan antara pakaian dan bentuk tubuh manusia dalam sejarah seni Barat. Selain itu, malam tersebut menandai pembukaan galeri baru bernama Condé M. Nast Galleries seluas 12 ribu kaki persegi di dalam museum.

Salah satu koleksi dari Costume Institute milik The Metropolitan Museum of Art Foto: Hypebeast.com
Kontroversi Keterlibatan Miliarder dan Fokus Kebijakan Publik
Walikota New York Zohran Mamdani dan Istrinya, Rama Duwaji (Foto: Yahoo.com)

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, beserta istrinya Rama Duwaji memilih untuk tidak menghadiri malam mode terbesar tahun ini tersebut. Keputusan ini menjadi sorotan luas karena mematahkan tradisi lama bagi para pemimpin kota untuk tampil dalam ajang bergengsi dunia fashion.

Dalam wawancara dengan media lokal HellGate, Mamdani menegaskan bahwa citra mewah Met Gala sangat bertentangan dengan fokus kebijakannya saat ini. Ia memilih untuk tetap konsisten memperjuangkan keterjangkauan biaya hidup dan mengatasi ketimpangan ekonomi yang dialami warga New York secara nyata.

Faktanya, posisi Jeff Bezos sebagai ketua kehormatan sekaligus sponsor utama acara tahun ini memicu kritik keras dari berbagai kelompok masyarakat. Sebuah poster protes bahkan muncul di dekat museum yang menuduh pihak penyelenggara menerima dukungan dari hasil eksploitasi tenaga kerja.

Tren Ketidakhadiran Pemimpin Kota di Karpet Merah

Dilansir Town and Country (4/5/2026), analis politik menilai kehadiran Mamdani di karpet merah akan merusak reputasinya yang saat ini sedang mendorong kenaikan pajak bagi jutawan. Ia pernah menyatakan secara terbuka bahwa keberadaan miliarder tidak semestinya ada di tengah kondisi ketimpangan ekonomi yang sangat ekstrem.

Namun demikian, absennya wali kota dalam ajang ini sebenarnya bukan merupakan hal yang sepenuhnya baru bagi pemerintahan Kota New York. Mantan wali kota Eric Adams juga tercatat absen dari karpet merah Met Gala selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023 hingga 2025.

Oleh karena itu, tindakan Mamdani mencerminkan pergeseran prioritas politik para pemimpin kota yang kini lebih memilih menjauh dari kesan hura-hura glamor. Di samping itu, publik semakin kritis dalam menilai setiap langkah pejabat negara yang berkaitan dengan simbol-simbol kekayaan berlebihan di depan mata.

Ketidakhadiran pejabat publik dalam acara penggalangan dana eksklusif ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas dalam memimpin sebuah kota besar. Kesenjangan antara kehidupan mewah para sosialita dan perjuangan ekonomi rakyat kecil menuntut kepekaan nurani dari setiap pengambil kebijakan daerah.

Hukum keadilan harus tetap tegak berdiri di atas panggung mode agar suara masyarakat yang kurang mampu tidak tenggelam oleh gemerlap kemewahan. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya ekosistem kebijakan yang lebih memihak pada kepentingan publik daripada sekadar seremoni belaka. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending