By admin
08.05.26

Horor di MV Hondius: Kapal Pesiar Mewah Terisolasi Wabah Hantavirus,

MAHAKAMA – Deburan ombak Samudera Atlantik tidak lagi membawa ketenangan bagi ratusan penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius yang kini terisolasi dalam kecemasan mendalam. Suasana kabin yang biasanya penuh tawa berubah menjadi sunyi saat kabar duka mengenai kematian penumpang akibat virus mematikan mulai menyebar luas.

Hantavirus kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat internasional setelah muncul dugaan penularan antarmanusia di atas kapal tersebut. Padahal, para ahli kesehatan sebelumnya hanya mengenal hantavirus sebagai penyakit yang menular melalui cairan tubuh hewan pengerat terinfeksi.

Sejumlah negara sempat melarang kapal pesiar ini bersandar karena kekhawatiran akan dampak kesehatan masyarakat yang sangat serius. Namun demikian, kabar terbaru menyebutkan bahwa MV Hondius akhirnya mendapat izin bersandar di Kepulauan Canary, pesisir Afrika Barat.

Jejak Pelayaran MV Hondius di Samudera Atlantik
MV Hondius berada di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde, pada 3 Mei 2026. (Getty)

Kapal pesiar MV Hondius memulai perjalanannya pada 20 Maret 2026 dari wilayah Tierra del Fuego di Patagonia, Argentina. Setelah mengunjungi Antartika, melansir dari El Pais, kapal tersebut kemudian berlayar kembali menuju utara pada 1 April 2026 melalui jalur berikut:

  • 5 hingga 6 April: Berada di Kepulauan Sandwich.
  • 13 hingga 14 April: Mengunjungi Pulau Tristan da Cunha.
  • 22 hingga 24 April: Bersandar di Pulau Saint Helena.
  • 27 April: Mencapai Pulau Ascension.
  • 3 Mei: Menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika.

Tragedi bermula saat seorang pria Belanda berusia 70 tahun mengeluhkan demam, sakit kepala, serta diare pada 6 April. Kondisi kesehatan pasien tersebut menurun drastis akibat gangguan pernapasan akut hingga ia meninggal dunia pada 11 April.

Petugas menurunkan jenazah korban saat kapal berlabuh di Saint Helena bersama istrinya yang juga mulai mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, si istri segera terbang ke Johannesburg namun ia pun mengembuskan napas terakhir pada keesokan harinya.

Evakuasi Medis dan Keputusan Kemanusiaan Spanyol

Otoritas Cape Verde sempat menolak izin kapal untuk berlabuh karena mengkhawatirkan keselamatan warga lokal dari ancaman virus. Mengutip Newsweek, sebagian besar penumpang saat tanggal 7 Mei 2026 tetap berada di dalam kabin sambil menunggu kepastian jadwal evakuasi medis.

Namun demikian, Kementerian Kesehatan Spanyol akhirnya menyatakan kesiapan mereka untuk menerima kedatangan MV Hondius di Kepulauan Canary. Pemerintah Spanyol mengambil keputusan ini berdasarkan permintaan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO serta Uni Eropa demi prinsip kemanusiaan.

Di samping itu, operator tur Oceanwide Expeditions menyebutkan bahwa kapal akan tiba di titik tujuan dalam waktu tiga hari. Juru bicara perusahaan menyampaikan kepada Guardian bahwa mereka terus berdiskusi dengan otoritas terkait mengenai prosedur karantina dan pemeriksaan kesehatan.

Dunia internasional kini menaruh perhatian besar pada kasus ini karena berpotensi mengubah pemahaman medis mengenai pola penularan hantavirus. Kesigapan pemerintah dalam menangani krisis kesehatan di ruang tertutup seperti kapal pesiar menjadi ujian penting bagi protokol keamanan global.

Pihak berwenang harus memastikan seluruh proses evakuasi berjalan sesuai hukum internasional agar tidak membahayakan populasi di daratan. Kemanusiaan memang harus menjadi prioritas utama saat nyawa manusia berada dalam ancaman wabah yang masih penuh dengan tanda tanya ini. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending