By admin
17.11.25

Citra Niaga Semakin Instagramable, Wali Kota: Kalau Mau Jadi Malioboro-nya Samarinda, Kebiasaan Masyarakat Harus Diperbaiki

Citra Niaga Semakin Instagramable, Wali Kota: Kalau Mau Jadi Malioboro-nya Samarinda, Kebiasaan Masyarakat Harus Diperbaiki/Istimewa

MAHAKAMA — Kawasan Citra Niaga, ikon perbelanjaan legendaris di Kota Samarinda, kini tampil memukau setelah proses revitalisasi. Dengan penataan ulang yang fokus pada jalur pedestrian, pencahayaan, dan ruang terbuka, Citra Niaga kini menjelma menjadi destinasi wisata yang tidak hanya nyaman untuk berbelanja, tetapi juga sangat ‘Instagramable’, menjadikannya dijuluki sebagai ‘Malioboro-nya Samarinda’.

Perubahan signifikan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut. Revitalisasi ini tidak menghilangkan esensi arsitektur aslinya yang pernah meraih penghargaan internasional—Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada tahun 1989, namun menambahkan sentuhan modern dan estetik yang ramah bagi pengunjung, khususnya generasi muda.

Wajah Baru Citra Niaga: Lebih Estetik dan Ramai

Suasana Citra Niaga/Istimewa

Beberapa pembenahan di Citra Niaga yang terlihat jelas yaitu trotoar yang diperlebar dengan menggunakan granit atau keramik motif Ulap Doyo membuat pengunjung nyaman berjalan kaki sambil menikmati suasana, mirip dengan suasana santai di Malioboro, Yogyakarta.

Dengan penataan pencahayaan yang lebih baik, keberadaan kafe-kafe, ornamen yang artistik, serta sistem kabel listrik tanam, menjadikan setiap sudut Citra Niaga kini menjadi latar belakang sempurna untuk hunting foto. Kawasan ini menjadi magnet baru bagi komunitas, fotografer, dan anak muda yang mencari lokasi nongkrong dan berkreasi.

Tampilan wajah Citra Niaga yang semakin cantik juga menjadikannya wadah pertunjukkan budaya. Beberapa komunitas yang juga menggelar kegiatan seni, pertunjukan komunitas, dan festival di sini semakin menguatkan Citra Niaga sebagai ruang ekspresi ekonomi kreatif. Hal ini semakin mendekatkan nuansa kawasan ini dengan Malioboro yang juga dikenal sebagai pusat budaya dan seniman jalanan.

Selain itu, penataan ulang lapak pedagang kaki lima (PKL) juga dilakukan Pemkot Samarinda agar Citra Niaga lebih rapi dan manis, memastikan keindahan arsitektur kawasan tetap menonjol.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa konsep “Malioboro” ini menuntut perubahan kebiasaan masyarakat, terutama dalam hal berjalan kaki. Pengunjung didorong untuk memarkirkan kendaraan di tempat khusus, sehingga kawasan Citra Niaga benar-benar menjadi zona pedestrian.

Meskipun omzet pedagang masih dalam tahap pemulihan pasca-pandemi, peningkatan jumlah pengunjung yang datang untuk sekadar berjalan-jalan, ngopi, dan berfoto memberikan angin segar.

Hal ini dirasakan oleh Acong, pedagang oleh-oleh khas Dayak dan Kutai. Ia merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha keluarganya. Acong menyebut adanya peningkatan pendapatan, meskipun tergantung momentum, seperti jika ada kunjungan wisatawan luar atau pergelaran acara di Citra Niaga.

“Omzet lumayan pas ada event atau wisatawan gitu, ya. Soalnya sekarang (Citra Niaga) udah lumayan dikenal sama orang luar. Tapi kalo hari biasa ya sepi, ,” kata Acong.

Aktivitas Jual-Beli Toko Souvernir di Citra Niaga/Istimewa

Sementara Indah, yang juga seorang pedagang souvenir, berharap Pemkot Samarinda dapat terus memperhatikan fasilitas dan memberi ruang bagi UMKM agar Citra Niaga kembali menjadi jantung perekonomian dan destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur.

“Semoga pemerintah terus memperhatikan UMKM, supaya Citra Niaga kembali ramai lagi,” ucap Indah, pedagang souvenir.

Dengan perampungan revitalisasi, Citra Niaga siap menyambut wisatawan dari dalam dan luar daerah, membuktikan diri sebagai ikon kota yang tak lekang oleh waktu dan siap bersaing di era digital yang menuntut tampilan visual memikat.(*)


Penulis: Desy Alvionita
Editor: Amin

Trending