ALIM Khodimul Rahmat dinobatkan sebagai lulusan terbaik dari program studi S2 Farmasi Universitas Gadjah Mada pada Wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026.
Anak muda asal Pulau Bunyu Kalimantan Utara ini mampu menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu 1 tahun 11 bulan. Indek Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih pun nyaris sempurna yaitu 3,99.
Jatuh Cinta Pada Dunia Farmasi
Alim menempuh S1 di Universitas Mulawarman pada program studi Farmasi. Ini yang menjadi motivasinya untuk melanjutkan ke jenjang S2. Ia ingin memperdalam ilmunya.
Selama menempuh Pendidikan S2 Farmasi, Alim juga aktif melakukan riset di kampus. Di tengah padatnya kuliah, ia juga bekerja sebagai freelancer pada bidang cosmetic development. Alim menyelami dunia farmasi yang banyak melibatkan eksperimen di laboratorium.
Kendati demikian, agar tetap fokus pada studi, ia belajar mengatur waktu dengan disiplin. Ia mengusahakan agar kegiatan luar kampus tak mengganggu fokus S2-nya.
Alim menilai, mendalami ilmu farmasi membuatnya terus bergerak maju meskipun melelahkan tetapi sangat memuaskan.
Nulis Tesis Farmakogenomik: Si Senjata Rahasia Untuk Pengobatan Efektif
Alim mengangkat pembahasan Farmakogenomik pada tesisnya. Bidang ini masih tergolong baru di Indonesia, tetapi justru ini yang menarik perhatian Alim untuk mendalaminya. Perbedaan dalam cara tubuh memproses obat merupakan salah satu fokus utama dalam studi farmakogenetik.
”Tesis saya membahas tentang Farmakogenomik, bagaimana terapi obat bisa disesuaikan dengan data genetik setiap individu agar hasil pengobatannya lebih maksimal. Biasanya kita kenal dengan istilah personalized medicine,” ujar Alim.
Alim juga mengingatkan bahwa pentingnya berdiskusi secara rutin dengan dosen maupun pihak yang berkaitan, serta membaca untuk mendapatkan ide baru.
“Selama prosesnya saya banyak berdiskusi dengan promotor, banyak membaca artikel ilmiah terbaru, dan menyesuaikan metode penelitian dengan perkembangan terkini,” katanya.
Membiasakan Diri untuk Disiplin pada Rencana
UGM mencatat, rata-rata mahasiswa S2 di sana menempuh waktu studi selama 3 tahun 1 bulan. Apa rahasia Alim bisa lulus secepat itu?
Menurut Alim, setiap orang memiliki nilai dan potensi dalam dirinya, namun potensi itu hanya akan terlihat jika terus diasah dengan usaha dan konsistensi.
Selain menyelesaikan penulisan tesis, Alim juga harus pintar membagi waktu. Meskipun memiliki jadwal yang padat, ia berusaha mengatur waktu dengan konsisten melaksanakan rutinitas harian yang sudah ia buat. Salah satunya dengan membuat perencanaan agar tetap bisa fokus pada studinya.
“Jangan nunggu mood datang, tapi biasakan diri untuk konsisten dan menyelesaikan target sedikit demi sedikit,” ucap Alim.
Berkat kedisiplinannya, Alim pun bisa menyelesaikan kuliah S2 Farmasi di UGM dalam kurun waktu 1 tahun 11 bulan. Ia pun berpesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir, agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah.
Penulis: Desy Alvionita
Editor: Amin