By admin
26.10.25

Kota Tarakan Jadi Pusat Ekonomi Baru Kalimantan Utara

JAUH sebelum hiruk pikuk Ibu Kota Nusantara (IKN) mencuri perhatian, wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) menyimpan permata ekonomi yang kini berdiri mandiri. Kota ini bukan hanya kaya, tetapi juga menjadi gerbang dunia bagi provinsi barunya.

Kota Tarakan resmi berpisah dari Kalimantan Timur pada tahun 2012, setelah bergabung dengan provinsi baru, Kalimantan Utara (Kaltara). Pemekaran wilayah tersebut bertujuan mempercepat pembangunan dan mempermudah administrasi.

Saat ini, Kota Tarakan telah memantapkan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di provinsi termuda Indonesia tersebut. Oleh karena itu, Kota Tarakan juga menjadi pintu masuk logistik dan transportasi utama Kaltara.

Tarakan Menjadi Kota Terkaya dengan PDRB Rp78,03 Juta

Menurut data yang dirilis kaltara.bps.go.id, Kota Tarakan berhasil meraih Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita sebesar Rp78,03 juta. Angka ini menempatkan Tarakan sebagai daerah terkaya nomor satu di Kalimantan Utara. Tingginya PDRB per kapita ini mencerminkan kuatnya sektor ekonomi dan sumber daya alam di Tarakan.

Selain menjadi daerah terkaya, Kota Tarakan juga memiliki bandara berstandar global. Bandara Internasional Juwata melayani kebutuhan transportasi udara bagi warga dan investor Kaltara. Bandara Internasional Juwata memiliki panjang landasan pacu 2.250 meter x 455 meter. Dengan luas landasan tersebut, Bandara Internasional Juwata mampu melayani 3.000 penumpang setiap harinya.

Status Internasional Bandara Juwata Kembali Diperkuat

Meskipun sempat dicabut beberapa waktu lalu, Bandara Internasional Juwata kembali mendapatkan status internasionalnya. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 mengembalikan status internasional Bandara Internasional Juwata. Pengembalian status ini semakin memperkuat peran Tarakan sebagai pusat perekonomian dan konektivitas regional.

Foto: Bandara Juwata (Biro Komunikasi dan Informasi Publik)

Status internasional Bandara Juwata memberikan dampak besar pada mobilitas investasi dan pariwisata di Kaltara. Koneksi langsung ke negara tetangga memangkas waktu logistik dan mempercepat arus barang. Dengan demikian, Tarakan dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam dan perdagangan internasional.

Sebagai salah satu kota hasil pemekaran yang paling berhasil, Tarakan menunjukkan bahwa pemisahan wilayah dapat menjadi katalisator pembangunan. Perluasan konektivitas melalui bandara internasional dan kekuatan ekonomi regional membuktikan bahwa Tarakan kini siap menjadi pemain kunci di koridor ekonomi Kalimantan Utara. Kita harus terus mendukung upaya daerah memajukan infrastruktur dan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending