By admin
22.10.25

Tekanan Parenting Gen Z: Fenomena Gramnesia Bikin Orang Tua Muda Frustrasi

CINTA kasih mereka memang tak pernah pudar. Namun, nasihat lama seringkali terasa seperti beban baru bagi orang tua muda. Memori indah masa lalu kini berbenturan keras dengan realitas pengasuhan masa kini.

Fenomena “gramnesia” (gabungan grandparent dan amnesia) mulai ramai dibicarakan. Istilah ini menggambarkan situasi ketika kakek-nenek seolah lupa bagaimana rasanya merawat anak kecil. Kondisi ini sering muncul saat kakek-nenek memberikan saran atau cara mengasuh yang sudah ketinggalan zaman. Meskipun niat mereka baik, hal ini membuat orang tua muda merasa kewalahan.

Nostalgia vs. Realitas Pengasuhan

Gramnesia juga terlihat dari cara orang tua dulu menilai keputusan parenting anak muda. Mereka sering membandingkan dengan pengalaman mereka sendiri. Mereka menganggap anak-anak sekarang “seharusnya lebih mudah diatur.” Komentar atau saran yang dilontarkan kakek-nenek terkadang membuat generasi muda merasa tersudutkan. Perbedaan perspektif ini menimbulkan frustrasi sekaligus kebingungan dalam pengasuhan sehari-hari.

Dilansir CNN Indonesia, Psikolog Stephanie Wijkstrom menjelaskan, orang tua dulu wajar lebih mengingat momen menyenangkan. Ingatan cenderung menyaring pengalaman yang paling positif. Wijkstrom menyebut kakek-nenek melihat parenting dengan rasa nostalgia. Mereka mengabaikan bagian yang sulit agar bisa fokus pada hal-hal indah. Selain itu, orang tua dulu tidak punya banyak ruang berbagi pengalaman di media sosial. Hal ini membuat sebagian tantangan pengasuhan mudah terlupakan.

Solusi: Komunikasi Terbuka

Amnesia selektif pada orang tua dulu ini terasa menyakitkan bagi orang tua muda. Orang tua muda ingin mencoba menyeimbangkan cara pengasuhan lama dan baru. Meski niatnya baik, amnesia selektif bisa menimbulkan friksi dalam hubungan keluarga.

Psikolog Stephanie Wijkstrom menyarankan perasaan ini dibicarakan secara terbuka. Orang tua muda harus mencari waktu terpisah. Mereka harus jujur tentang mengapa komentar terasa menyakitkan dan tidak membantu. Cara yang baik adalah menjelaskan tantangan yang dihadapi. Mereka bisa menjelaskan mengapa situasi tersebut sulit bagi mereka.

Hal ini bisa dijadikan kesempatan untuk saling belajar. Orang tua muda dan kakek-nenek dapat berdiskusi langsung. Metode parenting baru bisa tetap dihargai dan dihormati.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending