SUARA dentuman beat dan kilauan video klip yang pernah mendefinisikan sebuah generasi kini meredup. Setelah lebih dari empat dekade, ikon budaya musik dunia bersiap mengucapkan selamat tinggal. Keputusan ini menandai berakhirnya era televisi musik yang pernah membentuk selera generasi 1980-an hingga 2000-an.
MTV telah menjadi simbol budaya musik dan anak muda global selama empat puluh tahun. Namun demikian, Paramount Global mengumumkan penutupan lima kanal musik legendarisnya. Kelima kanal tersebut akan berhenti siaran secara permanen pada 31 Desember 2025. MTV yang dulu dikenal lewat tayangan video musik, konser, dan program musik ikonik kini berfokus pada kanal utama yang lebih banyak menayangkan reality show.
Efisiensi Biaya dan Perubahan Perilaku Penonton
Paramount Global menetapkan penutupan pertama akan terjadi di Inggris dan Irlandia. Penutupan ini lalu diikuti oleh negara-negara lain di Eropa dan pasar internasional seperti Australia, Polandia, Prancis, Jerman, Austria, Hongaria, dan Brasil. Keputusan ini memiliki tiga alasan utama.
Pertama, adanya perubahan kebiasaan menonton. Generasi muda kini lebih banyak mengakses musik melalui YouTube, TikTok, dan Spotify. Mereka tidak lagi menonton dari televisi tradisional. Akibatnya, permintaan untuk saluran musik tradisional terus menurun drastis.
Alasan kedua adalah efisiensi biaya korporasi. Penutupan ini merupakan bagian dari strategi penghematan global sebesar US$500 juta, atau sekitar Rp 8,2 triliun. Paramount Global melakukan penghematan ini setelah merger dengan Skydance Media pada tahun 2025.
Selain itu, penutupan didasarkan pada penurunan jumlah penonton. Penonton MTV Music dan MTV 90s tercatat hanya 1,3 juta dan 949 ribu pada Juli 2025. Angka ini jauh menurun dibanding masa kejayaan MTV di 1990-an dan 2000-an. Penurunan ini membuat operasionalnya dianggap tidak lagi menguntungkan.
Lima kanal musik yang akan berhenti siaran meliputi MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live. MTV Music adalah kanal utama video musik. MTV 80s menyajikan hits retro era 1980-an. MTV 90s memutar musik pop dan rock klasik 1990-an. Club MTV fokus pada musik dance dan elektronik. Sementara itu, MTV Live menayangkan konser dan pertunjukan musik langsung.
Adaptasi Menuju Streaming dan Media Sosial
Meskipun lima kanal musik akan hilang, merek (brand) MTV tidak sepenuhnya mati. Paramount Global akan tetap mempertahankan kehadirannya melalui media sosial dan layanan streaming Paramount+. Langkah ini menunjukkan cara MTV beradaptasi. Mereka mengikuti perubahan perilaku penonton di era digital.
Keputusan menutup siaran kanal fisik merupakan tantangan nyata bagi industri penyiaran. Industri ini harus berjuang keras menghadapi dominasi platform digital. Penutupan MTV menunjukkan bahwa bahkan merek ikonik pun harus berani meninggalkan format lama. Mereka harus berpindah ke format yang lebih sesuai dengan konsumen masa kini.
MTV akan tetap eksis, tetapi dengan wajah baru yang lebih sesuai dengan cara generasi kini menikmati musik dan hiburan. Generasi kini bergerak cepat di dunia digital, meninggalkan layar kaca. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin