TERIK matahari di Samarinda seringkali beriringan dengan deretan kendaraan yang merayap di jalan. Warga kota ini sudah lama mendambakan solusi untuk memecah kepadatan lalu lintas.
Dilansir RRI (2/10/2025), Pemerintah Kota Samarinda, melalui Dinas Perhubungan, kini mendorong pengadaan angkutan umum massal. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka diskusi Moda Transportasi Ideal untuk Samarinda MAJU, Kamis (2/10/2025). Pengadaan transportasi publik ini sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya persoalan mobilitas di Samarinda.
Solusi Kota Atasi Kemacetan dan Polusi
Manalu menyebutkan sejumlah masalah perkotaan yang harus segera diatasi. Masalah ini meliputi kemacetan, parkir liar, polusi udara, hingga tingginya angka kecelakaan. Setelah mendengar aspirasi, Pemerintah Kota akan tetap menjadikan angkutan umum massal sebagai instrumen strategis kebijakan perhubungan.
Skema yang akan diterapkan adalah beli layanan (buy the service). Skema ini berarti pemerintah mengadakan armada angkutan umum massal. Armada tersebut kemudian akan dioperasikan oleh pihak ketiga. Namun, biaya operasional akan ditanggung oleh pemerintah. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati layanan transportasi dengan tarif terjangkau. Bahkan, layanan ini berpotensi gratis dalam periode tertentu.
Meniru Keberhasilan Daerah Lain
Manalu menyebutkan keberadaan angkutan umum massal dapat meningkatkan kualitas hidup. Ini dilakukan dengan menghadirkan moda transportasi yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Ia mencontohkan, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu menerapkan sistem ini. Sistem ini terbukti mampu menekan tingkat penggunaan kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan pribadi selama ini menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas.
Program ini juga berfungsi menjawab persoalan perkotaan secara menyeluruh. Angkutan umum massal akan menjadi solusi terintegrasi. Harapannya, Samarinda dapat segera mengimplementasikan program ini. Pada akhirnya, masyarakat bisa memiliki pilihan transportasi publik yang lebih modern, tertata, dan mendukung terwujudnya kota berdaya saing.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin