By admin
11.10.25

Menjelajahi Rumah Dahor: Saksi Bisu Kejayaan Minyak Balikpapan

KACA dan baja gedung-gedung pencakar langit Balikpapan seakan lenyap sejenak, tergantikan oleh pesona sejarah yang menenangkan. Sebuah rumah panggung bercat putih dan hijau tegak berdiri, membawa kita kembali ke masa kolonial.

Bangunan ikonik ini dikenal sebagai Rumah Dahor. Dilansir IDN Times (4/10/2025), rumah ini peninggalan era kolonial Belanda ini dulu berfungsi sebagai rumah dinas. Pekerja kilang minyak Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) menempati rumah ini pada tahun 1920-an. Berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, ujung Gang Dahor, rumah yang kini menjadi aset cagar budaya milik PT Pertamina ini menyimpan kisah panjang industri minyak di Kota Minyak.

Kompleks 9 Rumah Kolonial yang Jadi Museum Sejarah

Kompleks Rumah Dahor terdiri dari sembilan rumah panggung yang tetap dipertahankan sebagai warisan budaya. Salah satunya kini difungsikan sebagai Dahor Heritage Museum. Beberapa rumah lain dimanfaatkan sebagai perpustakaan. Rumah Dahor telah menjadi destinasi wisata sejarah populer di Balikpapan sejak dibuka pada tahun 2018.

Di dalam museum, pengunjung bisa melihat koleksi foto-foto klasik yang berharga. Foto-foto ini termasuk sosok Jacobus Hubertus Menten, penemu minyak pertama di Balikpapan pada tahun 1897. Ada juga potret Balikpapan pasca-Perang Dunia II dan suasana kota tempo dulu. Foto hitam putih yang dipajang di partisi menambah nuansa klasik museum.

Keunikan Arsitektur Belanda dan Akses Gratis

Meskipun usianya sudah hampir seabad, bangunan Rumah Dahor tetap kokoh dan terawat baik. Arsitektur khas Belanda jelas terlihat dari detailnya. Ciri khasnya tampak dari pintu dan jendela berukuran besar, langit-langit tinggi, serta dinding tebal. Rumah panggung ini dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi pesisir Balikpapan yang lembap.

Dahor Heritage Museum menawarkan akses yang sangat mudah bagi publik. Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00–17.00 Wita. Pengunjung juga tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Selain itu, pengunjung yang ingin membaca bisa mampir ke rumah di sebelahnya yang difungsikan sebagai perpustakaan.

Jejak Kolonial yang Tersebar di Penjuru Balikpapan

Rumah panggung peninggalan Belanda tidak hanya berada di Jalan Dahor. Bangunan serupa juga tersebar di beberapa titik Balikpapan, seperti Jalan Lombok, Sektor II, Gunung Dubs, dan Prapatan. Keberadaan bangunan-bangunan ini menjadi pengingat identitas Balikpapan. Identitas ini terbentuk oleh interaksi sejarah antara kolonialisme dan sumber daya alam. Di negara lain, seperti

Singapura atau Malaysia, bangunan cagar budaya serupa gencar dikelola. Mereka menjadikannya sebagai daya tarik utama wisata sejarah kota. Hal ini menunjukkan potensi besar Rumah Dahor dan situs sejenis di Balikpapan.

Rumah Dahor bukan hanya bangunan tua, tetapi saksi bisu perjalanan sejarah Balikpapan sebagai kota minyak. Warisan penting ini harus terus dijaga sebagai pengingat identitas. Warisan ini adalah pelajaran bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun oleh modernitas, tetapi juga oleh sejarahnya.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending