By admin
01.10.25

Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat Ditunjuk Jadi Anggota Dikasteri Vatikan

SUARA lonceng gereja memecah kesunyian, membasuh udara dengan kabar gembira. Sukacita umat Katolik Indonesia mengalun dari Flores ke Roma. Nama Uskup dari Ruteng kini bergema di jantung Vatikan, menandai babak baru bagi Gereja Katolik Indonesia.

Penunjukan Resmi dari Paus

Kabar gembira datang langsung dari Vatikan. Dilansir Katoliku (3/9/2025), Paus Leo XIV menunjuk Uskup Siprianus Hormat dari Keuskupan Ruteng sebagai anggota Dikasteri untuk Klerus. Lembaga ini mengatur pembinaan, pendidikan, dan pengembangan imam serta diakon permanen di seluruh dunia. Dengan penunjukan ini, Uskup Hormat akan membawa pengalaman Indonesia ke tingkat global.

Dalam pengumuman resmi pada 28 Agustus 2025, Paus mengumumkan Uskup Hormat bergabung dengan 12 uskup dan delapan kardinal lain. Mereka akan menjalankan tugas selama lima tahun. Dikasteri ini dipimpin oleh Kardinal Lazarus You Heung-sik dari Korea Selatan. Penunjukan Uskup Hormat sekaligus memperkuat posisi Gereja Indonesia di panggung internasional.

Rekam Jejak Uskup Siprianus Hormat

Pengangkatan Uskup Hormat bukan kebetulan. Paus Leo XIV menilai rekam jejaknya solid dan memenuhi kriteria ketat Vatikan. Sejak ditahbiskan sebagai Uskup Ruteng, ia memimpin secara inklusif dan partisipatif. Ia tidak hanya memimpin dari kantor, tetapi juga turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan umat, dan mendampingi para imam di berbagai paroki.

Tindakan ini membangun ikatan emosional yang kuat dan pemahaman mendalam terhadap tantangan pastoral di akar rumput. Pengalaman ini membuatnya sangat relevan untuk Dikasteri yang fokus pada pembinaan dan pelayanan klerus.

Makna Penunjukan bagi Gereja Indonesia

Penunjukan Uskup Hormat memiliki makna simbolis bagi Gereja Katolik di Indonesia dan Asia. Vatikan, melalui Paus Leo XIV, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya berasal dari pusat tradisional Gereja seperti Eropa atau Amerika Latin. Sebaliknya, Gereja universal menghargai kontribusi dari daerah “pinggiran”, termasuk Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran Uskup Hormat di Dikasteri akan membawa perspektif unik dari Asia, khususnya Indonesia. Perspektif ini penting agar kebijakan dan panduan Gereja dapat diterapkan secara relevan di berbagai konteks budaya dan sosial. Penunjukan ini juga menegaskan inklusivitas dan globalisasi Gereja Katolik.

Dengan demikian, penunjukan Uskup Siprianus Hormat bukan hanya pengakuan atas dedikasinya, tetapi juga cerminan strategi Gereja untuk melibatkan suara dari seluruh dunia.
(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending