By admin
27.11.25

Skor Sinta Tertinggi Se-Kalimantan Dikuasai Lambung Mangkurat, Mulawarman Jauh Tertinggal

ULM Pimpin Skor Sinta Tertinggi Se-Kalimantan 2025 dengan 937.372. Simak dominasi ULM sebagai motor riset regional, disusul Untan dan Unmul./Unmul.ac.id

MAHAKAMA – Di tengah gemuruh hutan dan sungai besar Kalimantan, semangat penelitian dan inovasi terus menyala. Para akademisi bekerja keras menciptakan temuan baru yang relevan dengan kebutuhan daerah dan bangsa.

Oleh karena itu, universitas memiliki tujuan utama. Tujuannya bukan hanya melaksanakan pendidikan, tetapi juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). 

Salah satu tolok ukur penting untuk menilai performa riset kampus adalah Skor Sinta. Sinta, atau Science and Technology Index, merupakan portal web yang mengukur kinerja riset para peneliti dan institusi di Indonesia. 

Pentingnya Skor Sinta bagi universitas adalah sebagai salah satu indikator penting dalam penentuan peta mutu dan klasterisasi perguruan tinggi. Skor Sinta berperan dalam menentukan apakah kampus masuk dalam klaster, di mana urutan klaster dari yang tertinggi adalah Klaster Mandiri, diikuti Klaster Utama, lalu Klaster Madya (tingkat menengah).

ULM Mendominasi Peringkat Sinta di Kalimantan

Berdasarkan data terbaru dari Sinta, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan Skor Sinta tertinggi di Kalimantan pada tahun 2025. ULM meraih skor tinggi sebesar 937.372. Kampus ini memiliki 1,6 ribu orang peneliti dan masuk dalam Klaster Madya.

Posisi kedua ditempati oleh Universitas Tanjungpura (Untan). Untan meraih skor 696.073 dan memiliki 1,2 ribu peneliti. Untan sendiri berada di Klaster Mandiri.

Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda menempati posisi ketiga dengan skor 531.905. Unmul memiliki 1,5 ribu peneliti, yang berhasil menempatkan kampus ini dalam Klaster Utama.

Sementara itu, Universitas Palangka Raya menempati urutan keempat dengan skor 232.456. Universitas Borneo Tarakan menyusul di posisi kelima dengan skor 162.904. 

Di samping itu, sejumlah perguruan tinggi swasta juga berhasil mencatatkan diri dalam daftar ini. Mereka meliputi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, hingga Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Peringkat ini menjadi gambaran kontribusi riset dan publikasi ilmiah dari kampus-kampus di Kalimantan. Kampus-kampus ini terus berupaya meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi di tingkat nasional.

Kontribusi Riset dan Tantangan Klasterisasi

Data Sinta ini menunjukkan adanya kontras yang menarik antara produktivitas riset dan status kelembagaan. ULM berhasil mencatatkan skor riset tertinggi se-Kalimantan, sebesar 937.372. Angka ini menunjukkan produktivitas publikasi yang sangat tinggi dari civitas akademika ULM. Namun, status mereka masih berada di Klaster Madya.

Sebaliknya, Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Mulawarman (Unmul) memiliki skor Sinta yang lebih rendah dari ULM. Namun, Untan menempati Klaster Mandiri dan Unmul berada di Klaster Utama, yang mana kedua klaster tersebut berada di atas Klaster Madya milik ULM.

Kasus ini menegaskan bahwa Klasterisasi perguruan tinggi tidak bergantung tunggal pada Skor Sinta. Penilaian mutu Klasterisasi sangat mempertimbangkan faktor Kualitas Sumber Daya Manusia (seperti rasio dosen Doktor dan Guru Besar) serta Tata Kelola Kelembagaan dan pendanaan riset. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending