slot thailand

https://vetsbestmovers.com/contact/

https://www.cassiseye.com/physicians

By admin
23.01.26

Sekolah Swasta Mahal, Tetap Dipilih: Orang Tua Rela Korbankan Gaji Demi Pendidikan Anak

Pendidikan karakter dan kedisiplinan kini menjadi prioritas utama para orang tua, meski harus membayar harga yang tak murah. Data BPS menunjukkan tren pergeseran yang nyata. Saat ini jumlah murid SD Negeri terus merosot, sementara SD Swasta tumbuh konsisten hingga mencapai 3,86 juta anak pada 2024./Ilustrasi

MAHAKAMA – Deru mesin kendaraan orang tua murid mulai memadati gerbang sekolah swasta sejak pagi. Fenomena ini menjadi pemandangan umum saat masyarakat kini lebih mempercayai lembaga pendidikan mandiri untuk membina karakter anak mereka.

Saat ini banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anak di sekolah swasta terutama pada jenjang pendidikan dasar. Masyarakat meyakini bahwa sekolah swasta memiliki kedisiplinan yang lebih ketat dan kualitas pendidikan karakter yang bagus.

Tren pergeseran ini terlihat jelas dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan penurunan jumlah murid SD Negeri setiap tahun. Pada tahun 2021, jumlah murid SD Negeri tercatat sebanyak 20,69 juta anak, namun angka tersebut merosot menjadi 20,13 juta anak pada tahun 2024.

Kondisi sebaliknya justru terjadi pada jenjang SD Swasta yang menunjukkan pertumbuhan secara konsisten. Jumlah siswa SD Swasta meningkat dari 3,64 juta anak pada tahun 2021 menjadi 3,86 juta anak pada tahun 2024. 

Oleh karena itu, meskipun siswa sekolah negeri masih mendominasi sebesar 75,90 persen, namun proporsi siswa swasta secara nasional kini sudah menyentuh 24,10 persen.

Kesiapan Finansial dan Faktor Penentu Pilihan Sekolah

Laporan Memilih Masa Depan: Faktor Penentu Preferensi Sekolah Negeri atau Swasta dari BPS 2025 menyebutkan bahwa faktor ekonomi menjadi penentu utama. Kelompok ekonomi atas memiliki peluang 4 kali lebih besar untuk memilih sekolah swasta dibandingkan kelompok ekonomi bawah. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan finansial sangat menentukan akses orang tua terhadap pendidikan swasta.

Di samping faktor ekonomi, letak geografis juga turut berpengaruh pada keputusan orang tua. Warga yang tinggal di perkotaan memiliki kecenderungan 1,2 kali lebih tinggi untuk memilih sekolah swasta daripada warga di pedesaan. 

Akses informasi dan ketersediaan fasilitas yang lebih banyak di kota besar mendorong pergeseran pilihan pendidikan tersebut menjadi lebih nyata.

Namun, preferensi terhadap sekolah swasta tidak berhenti pada soal persepsi kualitas dan kedisiplinan. Di balik pilihan tersebut, ada konsekuensi finansial yang harus ditanggung keluarga. 

Keputusan ini menuntut pengorbanan nyata ketika biaya pendidikan harus berhadapan langsung dengan gaji orangtua.

Pengorbanan Finansial di Balik Sekolah Swasta

Jika dibandingkan dari komponen SPP, beban biaya pendidikan antara sekolah negeri dan swasta tetap menunjukkan jarak yang lebar. Dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Susenas MSBP) 2024, spp sekolah negeri sebesar Rp5,26 juta per tahun, pengeluaran pendidikan hanya menyerap sekitar 13 persen dari total pendapatan tahunan pekerja bergaji UMP Kaltim. 

Sementara itu, SPP sekolah swasta sebesar Rp1 juta per bulan atau Rp12 juta per tahun setara dengan sekitar 30 persen pendapatan tahunan UMP. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa meski tanpa menghitung uang pangkal dan biaya tambahan lainnya, memilih sekolah swasta tetap menuntut pengorbanan finansial yang jauh lebih besar bagi keluarga.

Fakta ini menegaskan bahwa keputusan orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah swasta bukan semata soal kemampuan finansial. Lebih dari itu, pilihan ini mencerminkan prioritas terhadap kualitas pendidikan, pengawasan dan pembentukan karakter anak. 

Walaupun harus mengorbankan sebagian besar anggaran keluarga. Tren ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan bukan lagi sekadar kebutuhan dasar, tetapi bagian dari strategi keluarga untuk masa depan anak.

Alasan Di Balik Pilihan Sekolah Swasta

Berdasarkan laporan Kompas (23/7/2025), pengetahuan agama yang mendalam menjadi alasan utama sebagian besar orang tua memilih sekolah swasta. Banyak orang tua menginginkan anak mereka memiliki pondasi akhlak yang kuat namun tetap menjunjung tinggi nilai toleransi. Selain itu, sekolah swasta dinilai lebih unggul dalam memberikan pendampingan personal karena jumlah murid dalam satu kelas yang lebih terbatas.

Para orang tua juga menyukai pola komunikasi yang intens karena guru lebih aktif menginformasikan perkembangan anak secara berkala. Daya tarik lainnya mencakup kurikulum yang lebih fleksibel, seperti pengadopsian standar internasional, ketiadaan pekerjaan rumah, hingga sistem sekolah sehari penuh. Fasilitas yang lebih lengkap dan lingkungan pergaulan yang dianggap lebih disiplin menjadikan sekolah swasta sebagai pilihan ideal bagi keluarga di perkotaan.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi sekolah negeri agar mampu mengejar ketertinggalan kualitas dari sekolah swasta. Pemerintah harus segera menjamin standar pengawasan, kedisiplinan, dan bimbingan yang setara bagi seluruh siswa tanpa terkecuali. Hal ini penting agar sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama yang kompetitif dan terpercaya bagi masyarakat. Bagaimanapun, kualitas pendidikan yang merata adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending

daftar slotmantap

slotmantap alternatif

slotmantap link

slotmantap

slot mantap