MAHAKAMA – Kedatangan musim libur natal dan akhir tahun selalu identik dengan pemutaran kembali film Home Alone di layar kaca. Aroma kue kering dan kerlap-kerlip lampu pohon cemara terasa semakin lengkap saat aksi cerdik Kevin McCallister menghiasi ruang keluarga kita.
Nostalgia masa kecil tersebut tidak lepas dari pengaruh karya sinema yang tetap melegenda di seluruh dunia meski puluhan tahun telah berlalu. Berdasarkan data Box Office Mojo per 23 Desember 2024, film Home Alone menempati posisi puncak sebagai film natal dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah. Film komedi produksi tahun 1990 ini berhasil meraup pendapatan sebesar Rp4,62 triliun.
Dominasi Home Alone dan Kisah Klasik Grinch

Kisah Kevin yang tidak sengaja tertinggal di rumah saat keluarganya berlibur ke Prancis masih menjadi daya tarik utama hingga kini. Keberhasilan film ini melahirkan waralaba besar yang mencakup total 6 film sepanjang perjalanannya. Di posisi kedua, film animasi The Grinch versi 2018 menyusul dengan perolehan pendapatan mencapai Rp4,38 triliun.
Film tersebut menceritakan karakter makhluk hijau yang sinis terhadap hari natal karena trauma kesepian di masa kecil. Peringkat ketiga dihuni oleh How the Grinch Stole Christmas tahun 2000 yang mengantongi pendapatan sekitar Rp4,21 triliun. Meskipun memiliki alur cerita serupa dengan versi animasi, film ini hadir dalam format aksi nyata yang diperankan oleh Jim Carrey.
Daftar Film Natal dengan Pendapatan Terbesar
Faktanya, sekuel Home Alone 2: Lost in New York menempati peringkat 4 dengan perolehan sebesar Rp2,80 triliun. Angka tersebut sangat tipis perbedaannya dengan film Elf tahun 2003 yang juga meraup sekitar Rp2,80 triliun pada urutan 5. Sementara itu, film animasi petualangan The Polar Express berada di posisi 6 dengan pendapatan Rp2,63 triliun.
Peringkat 7 dan 8 masing-masing ditempati oleh seri The Santa Clause tahun 1994 senilai Rp2,34 triliun dan The Santa Clause 2 senilai Rp2,25 triliun. Selanjutnya, film A Christmas Carol versi 2009 menduduki posisi 9 dengan pendapatan Rp2,22 triliun. Daftar 10 besar ditutup oleh film Four Christmases tahun 2009 yang berhasil mengantongi Rp1,94 triliun.
Kekuatan Nostalgia dalam Hiburan Keluarga
Keberhasilan film-film klasik ini membuktikan bahwa penonton selalu merindukan tema kebersamaan keluarga yang ringan dan penuh tawa. Cerita tentang perjuangan anak kecil atau perubahan karakter yang dingin menjadi hangat merupakan resep utama yang tidak pernah basi. Oleh karena itu, stasiun televisi dan penyedia layanan streaming tetap setia menayangkan judul-judul lama ini setiap tahun.
Kekuatan nostalgia merupakan alasan utama mengapa film lawas tetap mampu bersaing dengan karya sinema modern yang lebih canggih. Penonton cenderung memilih tontonan yang memberikan rasa nyaman dan membangkitkan kenangan manis masa lalu bersama orang tua. Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai emosional sebuah cerita jauh lebih abadi daripada sekadar kualitas visual di layar.
Pada akhirnya, sebuah film bukan hanya sekadar hiburan melainkan jembatan pengingat akan pentingnya kasih sayang dalam keluarga. Mari kita nikmati setiap momen berharga bersama orang tersayang di penghujung tahun yang penuh kehangatan ini. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin