MAHAKAMA – Gedung-gedung perkantoran yang megah menjadi saksi bisu perputaran modal besar yang menggerakkan roda ekonomi daerah. Empat provinsi di Pulau Jawa kini menguasai hampir 55 persen total aset perusahaan daerah, namun Kalimantan Timur berhasil menembus barisan elit tersebut.
Lembaga usaha yang dimiliki oleh pemerintah daerah ini dikenal dengan sebutan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD. Pemerintah membangun BUMD untuk memberikan layanan publik sekaligus menjadi sumber pendapatan asli daerah guna membiayai pembangunan.
Contoh nyata di Kalimantan Timur adalah Bank Kaltimtara yang bergerak di sektor perbankan. Selain itu, PT MMP Kaltim yang mengelola sektor energi dan sumber daya alam. Oleh karenanya, besarnya aset BUMD mencerminkan kekuatan finansial dan potensi ekonomi yang dimiliki oleh suatu wilayah secara nyata.
Dominasi Pulau Jawa dalam Kepemilikan Aset Daerah

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, BUMD Jawa Barat memimpin peringkat pertama dengan total aset mencapai Rp247,01 triliun. Angka tersebut setara dengan 19,2 persen dari total aset BUMD nasional yang berjumlah Rp1.281 triliun. DKI Jakarta menyusul pada posisi kedua dengan nilai aset sebesar Rp175,30 triliun, diikuti Jawa Timur sebesar Rp139,05 triliun.
Peringkat keempat ditempati oleh Jawa Tengah yang memiliki aset BUMD senilai Rp128,91 triliun. Faktanya, gabungan aset dari empat provinsi di Jawa ini menguasai lebih dari 50 persen total modal BUMD di seluruh Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsentrasi modal masih terpusat secara kuat di wilayah pusat pemerintahan dan industri nasional.
Posisi Strategis Kalimantan Timur di Luar Jawa
Di tengah dominasi tersebut, Kalimantan Timur mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati peringkat kelima nasional. Benua Etam mengelola aset BUMD sebesar Rp56,66 triliun dan menjadi pemimpin untuk wilayah di luar Pulau Jawa. Posisi ini berada di atas Sumatera Selatan dengan Rp49,92 triliun dan Sumatera Utara yang mencatat angka Rp49,17 triliun.
Keberhasilan Kalimantan Timur berada di posisi lima besar membuktikan bahwa pengelolaan sumber daya daerah mulai mampu bersaing dengan provinsi-provinsi besar di Jawa.
Kekuatan Modal dan Kemandirian Daerah
Besarnya aset BUMD di Kalimantan Timur merupakan modal penting untuk mempercepat kemandirian ekonomi daerah melalui sektor perbankan dan energi. Namun demikian, tantangan utama ke depan adalah memastikan aset tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. Pengelolaan modal yang besar harus diikuti dengan transparansi agar tidak hanya menjadi tumpukan angka dalam laporan keuangan.
Faktanya, besarnya aset tersebut merupakan modal krusial bagi Kalimantan Timur untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada dana bagi hasil pusat. Modal besar membuat Benua Etam mampu membiayai pembangunan sendiri tanpa bergantung pada Pulau Jawa. Oleh karena itu, pengelolaan aset yang profesional akan menjadi kunci utama untuk mengubah kekayaan daerah menjadi kesejahteraan yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh rakyat. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin